Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (1 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (5 jam yang lalu) • Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (14 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (14 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (20 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (3 hari yang lalu)
INFODESA 04 Maret 2018, 22:50 WIB 675 PDF

Matra Gelorakan Budaya Nusantara di Era Millenia

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Matra Gelorakan Budaya Nusantara di Era Millenia
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Khazanah luhur budaya nusantara pada era digital menjadi perhatian tersendiri, khususnya di kalangan Keraton. Peradaban manusia terus berkembang hingga melahirkan budaya-budaya baru yang lambat lain mengikis budaya nusantara. Keresahan akan mengikisnya budaya nusantara ini menjadi tantangan tersendiri bagi KRNgtT Yuni Sofiani Dyah Ayu Banowati. Yuni didaulat oleh KPH SP YAM Tuan Rheindra J Wiroyudho Alam Syah, ST untuk memimpin Matra (Masyarakat Adat Nusantara) se-eks Karisidenan Semarang menggelorakan budaya nusantara pada milenia yang terus melaju.

Saat ditemui awak media di kediamannya Gading Residence Blok H 4 Perum Tulus Harapan Ketileng Tembalang Semarang (03/03/2018), Yuni menyatakan adanya amanat memimpin untuk menyerukan kembali budaya nusantara agar menggelora di dada para penerus bangsa merupakan sebuah tugas yang tidak pernah disangka sebelumnya. Diungkapkannya bahwa tugas tersebut seolah mustahil untuk dilakukan. Namun demikian dirinya merasa optimis dapat menjadi pemula dalam memprakarsai gerakan kebangkitan budaya luhur nusantara. Dikatakan, estafet kepemimpinan terus bergulir seiring dengan berjalannya waktu. Hal tersebut memungkinkan adanya proses pada perkembangan dan peralihan budaya. Maka, dia berharap dengan adanya Matra dapat menjadi angin segar bagi budaya nusantara.

Dalam kesempatan tersebut, Yuni menandaskan bahwa adanya titah tersebut bukan muncul tanpa alasan yang jelas. Dirinya yakin bahwa di kedalaman batin Kanjeng menjadi dasar dalam melihat manusia sehingga daulat yang diterimanya bukan asal tunjuk. Hal ini diungkapkannya sebagai bagian dari meneguhkan budaya, sebuah kesalehan kultur yang perlu dijaga dan dilestarikan di tengah budaya asing kian menggempur. (rifF)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi