Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (48 menit yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (2 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (2 jam yang lalu) • Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr (2 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (5 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (9 jam yang lalu) • Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (18 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (18 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (1 hari yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (2 hari yang lalu)
NASIONAL 02 Agustus 2020, 15:44 WIB 1,602 PDF

Makna Idul Adha MANUSIA adalah ANIMAL SYMBOLICUM

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Makna Idul Adha MANUSIA  adalah ANIMAL  SYMBOLICUM
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin
Mas Bin Subiyanto M.

KUDUS | INFODESANEWS – Bertemu dengannya di tengah jamaah selesai sholat Idul Adha tahun 2020 ini merupakan kebetulan. Maka langsung menyisihkan waktu duduk sejenak di serambi masjid.
“he,he, alhamdulillah semakin banyak ya jumlah hewan kurban. Inilah fakta Indonesia, tingkat ketaqwaan makin kuat”. Begitulah mantan aktifis kampus 1978 ini menyambut awak media. Senior yang terus mendorong kader kader kampus dan Lsm untuk jangan berhenti kritis dan berani bereaksi terhadap kondisi politik bangsa ini.

“Semua ditentukan oleh Politik lihat saja, ekonomi, budaya, seni pendidikan, sosial pemerintahan, bahkan keagamaan, keamanan dan pertahanan, kesehatan ditentukan negara dan sering kelihatan penyelenggara negara di presure oleh kekuatan politik tertentu”.

“Bagaimana penilaian anda mas?”, tanyaku
“ini sudah menuju totaliter tersamar namanya”, Jawab, Bin Subiyanto, yang banyak orang memanggil Mas.
” Lalu?”
“Tentu akan muncul reaksi rakyat, atau setidaknya yang mewakili 50 persen warga bangsa ini”.
“Itu sudah ramai banyak memasang baliho Habib Rizieq, bagaimana komentar anda?”

“HRS itu simbol perlawanan kepada rezim, juga reaksi terhadap situasi kondisi yang sekarang membuat rakyat bingung dengan hebohnya Covid tak teratasi. Juga berita di medsos yang full, tapi media mainstreem tidak menayangkan fakta-fakta, tentang demo dan lainnya, itu membuat publik kecewa terhadap pemerintah”.

“Itulah maka rakyat butuh tokoh perlawanan dan maaf kebetulan yang ada HRS, sebagai simbol”.

“Lho, piye tah?”, ujarku keheranan.

“Manusia itukan Animal Simbolicum, mahluk yg suka bicara dengan Bahasa Simbol”. ujarnya.

Saat ditanya adakah hubungannya Idul Adha dengan situasi sosial politik sekarang?.
“Perintah Allah Swt. kepada Nabi Ibrahim hakekatnya adalah menyembelih kesyirikan, sesuatu yang dicintai lebih dari Cinta pada Tuhan”, terang mas Bin.
“Jadi Ismail itu simbol, maka pertanyaannya, bisakah penguasa yang sangat cinta pada kedudukannya berani mengakui kesalahannya misalnya?”, tegasnya.
“Itu makna kurban ditinjau dari filsafat”,

Percakapan sejenak Jumat pagi, menjelang penyembelihan Hewan Kurban, menambah pengertian baru bahwa Manusia adalah Animal Symbolicum, yang biasa menggunakan bahasa simbol, lambang atau sanepo dalam istilah jawa.

Menukik pertanyaan Infodesanews, terkait soal Presiden Jokowi yang menyalonkan Putra dan menantunya dalam Pilkada mendatang. Mas Bin menjawab dengan hati hati.

“Untuk Mas Jokowi yang saya mengenal tahun 2003 lalu, saya ingin katakan, Mas Jokowi sebagai Muslim ikutilah Nabi Ibrahim. Hilangkan Nafsu Kedudukan bagi putra dan menantunya, urungkan saja pencalonan itu. Ojo kedlonyor, kelewat, Ngono yo Ngono nanging Ojo Ngono”.

Kita ambil pelajaran positip dari Idul Qurban.
Di akhir percakapan dengan awak media ini Mas Bin, berkata agar kita berdoa untuk keselamatan dan keutuhan bangsa ini, tidak ada konflik.

Matahari Jumat pagi sudah menyoroti kami berdua di pinggiran serambi Masjid. “Panitia Idul Qurban sudah siap-siap. Media h4arus obyektif, jujur menyeluruh, jangan takut. Karena kebohongan selain dosa juga bisa meledak sebagai bencana”, pungkasnya, sebelum mengakhiri dengan salam. (Ibnu)

 

 

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi