Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (15 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
INFODESA 03 Januari 2018, 23:45 WIB 2,554 PDF

LUGABUT, Inovasi Lukisan Tiga Dimensi

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

LUGABUT, Inovasi Lukisan Tiga Dimensi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

MAGELANG, Infodesanews.com – Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) menjadi salah satu perlombaan paling prestisius di kalangan mahasiswa khususnya di perguruan tinggi negeri. Tak terkecuali, di Universitas Tidar pun PKM menjadi salah satu ajang adu ide antar mahasiswa satu dengan lainnya.

Muhammad Khusni Mubarok, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dan anggotanya Filla Ardyarti, Puji Lestari, Lilis Sinarsih, dan Hermowo Pribadi Dewabroto pun mampu membuat Program Kreativitas Mahasiswa yang menarik dan kreatif. Sehingga pemerintah pun mendanai proposal PKM yang mereka ajukan pada November 2016 silang. LUGABUT menjadi senjata kreativitas mereka dalam menawarkan poduk yang mereka buat. LUGABUT merupakan Lukisan Tiga Dimensi dari limbah serutan kayu yang mempunyai nilai estetika seni dan tak sembarang orang pun bisa membuatnya.

Produk hasil Program Kreatifitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKMK) yang lolos seleksi Dikti pada Februari 2017 lalu ini cukup mencuri banyak perhatian. Tak khayal, banyak media yang meliput PKM tersebut untuk dijadikan bahan berita di surat kabar. Yang menjadi daya tarik dari Produk lukisan ini daripada dengan lukisan lainnya adalah lukisan ini terkesan seperti kolase.

“Produk  kami itu mungkin agak berbeda dengan industri kreatif lainnya, khususnya dalam hal lukisan. Mungkin kebanyakan lukisan yang memanfaatkan barang-barang yang tidak terpakai hanya memunculkan kesan seperti kolase” Ungkap Khusni selaku ketua.

Selain itu produk dari lukisan tersebut punya kesan hidup karena dengan tampilan 3 dimensinya. Yang membuat beda lagi adalah produk lukisan ini memiliki perawatan yang mudah, karena hanya cukup dengan membersihkan dengan kuas untuk menghilangkan debu yang menempel. Kemudian keunggulan lainnya adalah produk lukisan ini tidak mudah berjamur.

“Produk kami telah dilapisi plitur dan pernis. Sebab seperti yang sudah diketahui kami menggunakan bahan baku limbah serutan kayu yang notabennya rawan terkena jamur sehingga produk kami menjadi tidak mudah berjamur” ungkap mahasiswa semester lima pendidikan bahasa inggris tersebut.

Selain unsur estetika, PKMK ini juga memiliki daya jual yang ekonomis sehingga bisa menambah penghasilan mereka sebagai seorang mahasiswa. “Selain itu kami juga mengutamakan unsur

Estetika atau keindahan nilai dari serutan kayu. Bisa dibayangkan limbah serutan kayu yang biasanya hanya dibiarkan dibuang dan dibakar bisa menjadi produk yang memiliki estetika dan bernilai ekonomi” ungkap Filla selaku anggota dari Tim PKMK tersebut.

Dosen Pembimbing, Dr. Farikhah, M.Pd. mengungkapkan bahwa karya PKM tersebut mempunyai unsur seni dan sangatlah membutuhkan ketelatenan yang tinggi untuk membuat produk tersebut.

“Karya PKM tersebut sangat kreatif dan butuh ketelatenan yang tinggi, selain itu juga butuh jiwa seni atau imajinasi seni yang tinggi untuk membuat karya tersebut, karena karya tersebut tidak hanya sekadar memanfaatkan limbah tapi disertai dengan nilai seni” ungkap Dosen Pendidikan Bahasa Inggris tersebut.

Pemasaran Karya PKM LUGABUT ini masih memanfaatkan media sosial dan promosi dari mulut ke mulut. Produk dijual berdasarkan pemesanan dengan harga kisaran antara 100 ribu rupiah hingga 500 rupiah, tergantung kadar kesulitan dalam membuat karya yang dipesan.(Ely)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi