Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (7 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (13 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (21 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (23 jam yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (23 jam yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (23 jam yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 04 Maret 2018, 23:56 WIB 653 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Luar Biasa, Transaksi Capai 4 Miliar Terjadi Dekranasda Blora Expo 2018

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Luar Biasa, Transaksi Capai 4 Miliar  Terjadi Dekranasda Blora Expo 2018
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Blora, Infodesanews.com –  Pameran produk kerajinan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dikemas dalam DEKRANASDA BLORA EXPO 2018 sejak 27 Februari hingga 4 Maret kemarin terbilang sukses. Selama enam hari itu diperkirakan telah terjadi transaksi jual beli hingga senilai Rp 4 miliar lebih.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Blora Dra. Hj. Umi Kulsum saat menutup gelaran pameran, Minggu siang (4/3/2018) di GOR Mustika mengucapkan terimakasih atas kerjasama seluruh pihak yang telah turut menyukseskan pameran ini.

“Terimakasih atas kerjasama yang baik dalam penyelenggaraan pameran ini. Angka transaksi hingga Rp 4 miliar bukan jumlah yang kecil untuk sekelas UKM. Belum lagi produk UKM bisa lebih dikenal luas. Sehingga kami berharap hasil ini bisa mendorong peningkatan perekonomian Kabupaten Blora,” ujarnya.

Apalagi pameran UKM ini menurutnya tidak hanya diikuti oleh UKM Kabupaten Blora saja. Panitia sengaja mengundang dan mengikutsertakan UKM dari Kabupaten/Kota lainnya untuk bergabung supaya tercipta persaingan kualitas produk yang dipamerkan antara lokal Blora dan daerah lain.

“Hasilnya produk UKM kita tidak kalah dengan wilayah lain. Seperti batik Blora, selama pameran banyak diburu pembeli. Tidak kalah dengan batik dari kota lain yang juga ikut dipamerkan. Begitu juga dengan kerajinan dari kayu jati, keramik dan lainnya. Ini bukti bahwa produk kita berani bersaing,” lanjutnya.

Pihaknya juga ingin event pameran seperti ini bisa kembali dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya. Karena manfaatnya sangat banyak untuk pengembangan UKM yang ada di Kabupaten Blora.

“Setiap hari selalu ramai pengunjung dan banyak produk UKM yang dibeli. Semoga tahun depan pameran seperti ini bisa kembali dilaksanakan dengan lebih baik lagi dan pesertanya lebih banyak lagi,” lanjutnya.

Sementara itu Bupati Djoko Nugroho yang diwakili oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Drs. Suryanto M.Si mengapresiasi dan mendukung terus agar pameran UKM seperti ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.

Menurutnya potensi UKM di Kabupaten Blora sangatlah banyak dan belum semuanya tergarap dengan maksimal. Jika semua potensi bisa dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin akan menjadi sebuah usaha yang bisa menyerap banyak tenaga kerja.

Ia lantas menyontohkan ada salah satu stan pameran di Dekranasda Blora Expo 2018 dari Sidoarjo yang memamerkan kerajinan tas, sepatu dan sandal dari kulit. Ternyata sebagian bahan dasarnya berasal dari Blora, sehingga ia merasa ini modal yang bagus untuk dikembangkan di Blora sendiri.

“Salah satu stan ternyata memproduksi kerajinan dari kulit yang bahan dasarnya dari Blora. Ini peluang bagus yang harusnya bisa dikerjakan warga Blora sendiri. Kulit sapi dan kambing yang ada di Blora kedepan harus bisa dioleh menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Bahan dasar kita sudah punya, nanti tinggal kita berikan pelatihan,” terangnya.

Dalam acara penutupan Dekranasda Blora Expo 2018 tersebut juga dilakukan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba-lomba yang diadakan dalam rangka untuk memeriahkan pameran.

Yanik Mariana, salah satu pelaku UKM batik tulis Blora “Nimas Barokah” yang mengikuti pameran mengaku senang karena semua barang yang dibawa ke pameran habis terjual. Bahkan saat penutupan pameran belum selesai, pihaknya terpaksa menutup stannya lebih dulu karena sudah kehabisan stok batik tulis.

“Alhamdulillah semuanya laku dijual. Batik yang baru selesai dikerjakan kemarin juga langsung dibeli pengunjung. Semoga pameran seperti ini bisa terus dilakukan secara berkala agar produk UKM bisa dikenal dan dibeli masyarakat,” ungkapnya

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran istri Forkopimda, Asisten 2 Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Slamet Pamudji SH, M.Hum, Kepala Dinas Pendidikan Drs. Achmad Wardoyo M.Pd, Camat, dan seluruh pembina Dekranasda tingkat Kecamatan se Kabupaten Blora. (rsa-Tim Berita Humas dan Protokol Setda Kab.Blora)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi