Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (9 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (23 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 02 November 2017, 04:05 WIB 2,254 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

KPM Tidak Jelas TKSK Tembalang Sampaikan Validasi

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

KPM Tidak Jelas TKSK Tembalang Sampaikan Validasi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

SEMARANG, Infodesanews.com – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan program bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada KPM (Keluarga Penerima Manfaat) melalui mekanisme akun elektronik dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masyarakat berhak mendapatkan bantuan sebesar 110 ribu. KKS diterima dalam bentuk barang bahan pangan. Program BPNT dimaksudkan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu.

Kasi Kesos Tembalang Semarang Nur Aini bersama TKSK Tembalang dan beberapa Kesos melaksanakan rapat koordinasi dan menyampaikan perlu adanya verifikasi ulang terhadap data di BNI. BNI ditunjuk oleh pemerintah sebagai Himbara (Himpunan Bank Negara) yang bertugas sebagai pelaksana penyalur kartu BPNT. TKSK Tembalang Semarang Dwi Supratiwi menyatakan sampai sekarang terdapat kartu yang belum diambil oleh KPM karena adanya data yang tidak sesuai. Hasil verifikasi data penerima manfaat terdapat nama orang yang sudah meninggal dunia, pindah rumah, penerima ganda, tidak diketahui dan bahkan terdapat beberapa keluarga yang mampu secara ekonomi. Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Kesos di hadapan peserta rapat pagi tadi (01/11/2017), “Dari 412 kartu yang diberikan oleh BNI, telah kami lakukan ferivikasi. Ternyata ada KPM yang sudah meninggal dunia, pindah, dalam kategori keluarga mampu dan tidak ditemukan alamatnya. Bahkan dan ada juga yang terdata dobel. Yaitu BPNT PKH dan Non PKH” kata Tiwi. “Dari hasil rakord tadi akhirnya dipastikan yang belum mengambil ada 147 KPM. Dan menurut rencana pengambilan kartu akan dilaksanakan 9-10 bulan depan (November)” imbuhnya menerangkan.

Tiwi juga menyampaikan komplain dari masyarakat mengenai adanya gangguan teknis, “sebagian masyarakat yang sudah menerima mengalami gagal burekol (buka rekening kolektif). Jumlahnya ada 69 kartu” Ungkap Tiwi.

Menjawab hal tersebut Arief Nugroho dan Rakhmat Kurniawan Putranto yang hadir mewakili pihak BNI menyatakan program BPNT mengikuti data hasil koordinasi hari ini bersama TKSK dan Kesos. Ia juga mengatakan pihaknya secara teknis pada 9-10 november mendatang akan siap di kantor kecamatan tembalang mulai jam 09.00 hingga jam 14.00. Menyikapi adanya kartu gagal burekol ia nyatakan secepatnya akan diusahakan untuk berkoordinasi dengan pusat agar sesegera mungkin dapat diakses atau mendapat ganti kartu baru.

Sementara itu Kabid PFM (Penanganan Fakir Miskin) Semarang Primasari YS berharap dengan adanya rakor antara Kasi Kesos, TKSK dengan BNI terkait KKS yang masih tersisa dapat segera terselesaikan dengam baik. Dirinya juga menyampaikan terima kasih atas kinerja para Kesos dan TKSK dalam mengawal pelaksanaan program BPNT, “Ini semua berkat kegigihan teman-teman kesos kelurahan dan TKSK dalam menverifikasi dan validasi data kpm sehingga bantuan dari pemerintah dapat tersalur dan tepat sasaran” Kata Prima.

Hasil validasi dari 412 KKS yang ada terdapat 35 penerima ganda (terdata dalam BPNT PKH dan BPNT non PKH), gagal burekol 69 kartu, 44 KPM tercatat sudah meninggal dunia, 31 orang sudah pindah alamat, 3 KPM tidak diketemukan, dan 81 orang dalam kategori golongan keluarga mampu. (rifqi/yono)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi