Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (38 menit yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (40 menit yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Sinar Rejeki, Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Penghubung (43 menit yang lalu) • Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (8 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (11 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Sidoharjo, Mencapai Pajak Tertinggi Di Triwulan III (12 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Rejo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (12 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (16 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (17 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (17 jam yang lalu)
INFODESA 10 Juni 2018, 16:27 WIB 725 PDF

Komunitas Burung Kemutugkidul Lepas Liarkan Burung

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Komunitas Burung Kemutugkidul Lepas Liarkan Burung
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Infodesanews.com, Banyumas – Komunitas burung yang tergabung dalam Kidung Bird Comunity (KIBIC) Desa Kemutugkidul Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas melepasliarkan puluhan spesies burung di wilayah desa setempat, pada Minggu (10/6). Pelepasan itu bagian dari acara latihan bersama Burung Berkicau yang diikuti Komunitas Burung sekitar Purwokerto.

Hadir pada kegiatan ini Kepala Desa Kemutugkidul, Ketua Karangtaruna dan perwakilan dari Polsek Baturraden.

Kepala Desa Kemutugkidul Kardi Daryanto mengatakan upaya pelestarian lingkungan terutama dalam melindungi satwa termasuk burung sudah dituangkan dalam peraturan desa (perdes).

“Kita sudah punya aturan untuk melarang menangkap burung dengan cara menembak, menjaring dan sebagainya karena burung-burung khas gunung Slamet sudah semakin berkurang saat ini,” katanya.

Untuk itu Kardi meminta semua anggota karangtaruna dan pecinta burung Kemutugkidul untuk dapat bersama menjaga agar burung yang dilepas hari ini dapat berkembang biak di alam terbuka dengan mengajak warga untuk turut menjaga dan tidak menangkapnya kembali.

Pemrakarsa kegiatan Sudarto mengatakan pelepas liaran burung endemik Gunung Slamet, karena semakin jarangnya burung yang hidup di alam bebas. Ide itu mendapat tanggapan dari KIBIC dengan turut serta mendukung dan ikut mencari dan melepaskan burung.

“Sedikitnya 50 burung dilepas hari ini, antara lain trocokan, kutilang, prenjak, betor, ketimbang dan lainnya. Burung ini sebagian dari sumbangan anggota KIBIC dan masyarakat sebagian lainnya dari pembelian,” katanya

Menurut Darto, kegiatan ini sangat positif sebagai upaya melestarikan burung dari kepunahan. Dia berharap pelepas liaran burung ini dapat diikuti kelompok lain agar suasana alam terdengar ocehan burung dialam bebas.

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi