Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (6 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (6 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (8 jam yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (9 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (10 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (21 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (22 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (22 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (1 hari yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (1 hari yang lalu)
INFODESA 21 Desember 2020, 14:59 WIB 2,363 PDF

Komisi III DPRD Lamsel Soroti Ambrolnya Pembangunan Jembatan di Natar

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Komisi III DPRD Lamsel Soroti Ambrolnya Pembangunan Jembatan di Natar
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS  | Komisi III DPRD Kabupaten Lampung Selatan. menyoroti peristiwa ambruknya Jembatan Way Tuba yang terletak di desa Rulung Sari Kecamatan Natar. Ia mengaku geram atas kelalain pemerintah terkait peristiwa itu.

Anggota komisi III DPRD Lampung Selatan, Waris Basuki, menyatakan, Sebelum pembangunan dilaksanakan kami telah mengingatkan dalam hal ini pemerintah agar mendahulukan pembangunan sebelum penghujung tahun agar tidak terburu-buru dalam pengerjaannya mengingat setiap di penghujung tahun terjadi musim hujan.

“Pengerjaan jembatan seharusnya didahulukan, sebelum musim penghujan dan kesepakatan segala hal sudah di ketuk, entah mengapa bisa lalai begini,”kata politisi dari partai Gerindra itu pada Infodesanews.com, saat ditemui di ruang komisinya, Senin (21/12/2020)

Menurutnya pemerintah segera mengambil tindak lanjut atas peristiwa ambruknya jembatan itu.

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR dapat menekan pihak rekanan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak. Kami komisi III minta pekerjaan agar di bongkar dan di tata ulang kembali.”ujarnya.

Sementara itu anggota komisi III DPRD Lampung Selatan dari fraksi Demokrat, Jenggis Khan Haikal mengatakan hal yang sama, Ia menegaskan, Dalam hal ini Dinas PUPR bidang pengawasan lapangan untuk segera meninjau pekerjaan tersebut dan meminta pihak rekanan untuk memperbaiki dan dikerjakan sesuai bestek dan kontrak yang ada.
“Jangan sampai dengan adanya peristiwa tersebut masuk ranah hukum. Oleh karena itu kami akan turun ke lokasi untuk cari tau sebab dan akibat Ambrolnya pembangunan.”ketus politisi Demokrat itu.

Ditempat yang sama anggota komisi III DPRD Lampung Selatan, dari fraksi PKS, M,Akyas meminta pihak PUPR untuk lebih meningkatkan dalam pengawasan dan perencanaan serta pelaksanaan pembangunan.

“Jangan sampai semua pekerjaan yang mengunakan anggaran pemerintah (APBD) dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai kontruksi. Terlebih tidak dipasang plang nama yang menjelaskan secara terbuka mengenai data pekerjaan dan yang mengerjakan proyek,” paparnya.

“Belum diketahui, apakah ini sengaja atau memang lupa, padahal berdasarkan aturan pengadaan barang dan jasa di dibangun menggunakan anggaran pemerintah wajib memasang plang.

“Berdasarkan peraturan presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa memerintah jelas mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama.”tegasnya.

Berdasarkan informasi yang didapat Infodesanews.com, Ambrolnya pembangunan Jembatan yang masih dalam pengerjaan itu akibat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Ambrolnya pembangunan jembatan yang menghubungkan desa Rulung Sari-Way Sari itu ambrol akibat terjangan banjir dan sampah yang menghantam tihang penyangga coran hingga roboh yang menyebabkan ambrolnya jembatan.” kata warga setempat.

Ditempat terpisah Kepala Unit Pelaksana Tugas (KUPT) Dinas PUPR Kecamatan Natar, Desfiansyah, membenarkan bahwa Pekerjaan Pembangunan Jembatan Way Tuba Desa Way Sari ambrol.
“Iya Mas , itu masih tanggung jawab rekanan,”kata dia singkat pada Infodesanews.com, melalui pesan WhatsApp nya, Senin (21/12/2020) pukul 08.07 wib. (red)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi