Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (49 menit yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (2 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (2 jam yang lalu) • Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr (2 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (5 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (9 jam yang lalu) • Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (18 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (18 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (1 hari yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (2 hari yang lalu)
INFODESA 28 Maret 2018, 21:28 WIB 2,467 PDF

KNCI Jateng Tolak Pembatasan Kartu Prabayar 1 NIK 3 SIMCARD

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

KNCI Jateng Tolak Pembatasan Kartu Prabayar 1 NIK 3 SIMCARD
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Massa yang bergabung dalam wadah Kesatuan Niaga Celuler Indonesia ( KNCI) Jateng menggelar aksi demo, di depan pintu gerbang DPRD Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (28/03/2018)

Mereka menggelar orasi, menolak kebijakan Pembatasan Registrasi Kartu Prabayar 1 NIK 3 SIMCARD terkait sistem registrasi kartu prabayar yang dinilai merugikan para pedagang nomor cantik yang ada di wilayah seluruh Indonesia.

Guntur Surendra selaku kordinator aksi, mengatakan badan regulasi telekomunikasi Indonesia ( BRTI) kembali menimbulkan polemik serius. BRTI mengambil langkah sepihak dengan mengkhianati konsensus terkait peraturan registrasi kartu prabayar.

“Pengkhianatan ini mendorong suasana kembali memanas bagi para pedagang outlet seluler di seluruah Indonesia,” ujarnya saat demo didepan pintu gerbang halaman DPRD Jateng itu.

Ratusan masa KNCI itu, sempat membuat arus lalu lintas kendaran di Jalan Pahlawan tersendat, meski sejumlah aparat Kepolisian terus berjaga dan mengawasi aksi tersebut.

Tertanggal 7 November 2017, menurut Guntur, Pemerintah melalui Kominfo menyepakati tuntutan KNCI terkait registrasi kartu prabayar. Pembatasan satu NIK untuk tiga kartu prabayar telah dihapuskan. Bahkan Outlet Celuler juga diberikan kewenangan oleh BRTI sebagaimana gerai Jasa Layanan Telekomunikasi untuk meregistrasikan kartu pelanggan.

Outlet Celuler, dia menambahkan juga diberikan kewenangan oleh BRTI sebagaimana gerai Jasa Layanan Telekomunikasi untuk meregistrasikan kartu pelanggan,  kajian-kajian yang diselengarakan, menyimpulkan peraturan itu ternyata merupakan bentuk keberpihakan penguasa kepada Kaum Kapital Telekomunikasi.

“Borjuis Telekomunikasi (Operator) semakin beringas, proletar Outlet tradisinonal semakin tergilas,” tuturnya.

Kondisi, menurutnya, KNCI Jateng akhir sepakat kembali menggelar konsolidasi nasional, menyatakan sikap, Menolak Pembatasan Registrasi Kartu Prabayar 1 NIK 3 SIMCARD

Mendesak Presiden Untuk mencopot Rudiantara dari jabatan Kemenkominfo karena telah membunuh jutaan pelaku usaha seluler dan menuntut Pemerintah menjamin data masyarakat agar tidak ada penyalahgunaan data untuk kepentingan apapun.

“Kami meminta Presiden ikut turun tangan menyelesaikan polemik pembatasan registrasi kartu prabayar, sebagai upaya untuk terciptanya lapangan pekerjaan dan usaha mikro menengah berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono berjanji akan menyampaikan tuntutan massa KNCI Jateng persoalan penolakan pembatasan regristrasi kartu prabayar 1 Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk tiga sim card itu.

“Saya mendengar apa yang sudah disampaikan KNC, dan sebagai lembaga wakil rakyat, kami bertugas menampung dan menyampaikan kepada Kementerian Kominfo. Silakan sampaikan semua aspirasi, tapi kami minta demo ini menjaga ketertiban,” ujar Ferry di depan para ratusan masa KNCI Jateng itu.

Aksi massa KNCI Jateng itu cukup menarik dan mengunfang perhatian yang melintasi di Jalan Pahlawan, mengingat sejak pagi masa sudah melakukan orasi secara bergantian. Bahkan lewat pengeras suara, memanggil-manggil kalangan anggota dan pimpinan DPRD untuk menemui mereka.

Pada akhirnya Ferry keluar dari gedung Berlian DPRD Jateng itu, untuk menemui mereka dan ikut naik ke atas mobil bak terbuka dan memberikan orasi lewat pengeras suara.

“Kami juga akan membaca dan mengkaji peraturan dari Kominfo. Ini ada kaitannya dengan hajat hidup orang banyak. Apa yang rekan-rekan sampaikan akan kami jadikan bahan. Silakan rekan-rekan membuat tuntutan dan kami siap memfasilitasi, siap menyampaikan agar didapat hasil yang tidak saling merugikan,” teriak Ferry yang didampingi Tubayanu dari Dishubkominfo Jateng. (ndi)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi