Kamis, 24 September 2026
NASIONAL 23 Desember 2017, 10:24 WIB 1,579 kali dibaca Bukti Tayang (PDF)

Khaul Gus Dur Ke-8, Memeluk Pancasila Mengenang Sang Pluralis

Jurnalis / Kontributor: Redaksi
Jumlah Tayang: 1,579 tayang
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Khaul Gus Dur Ke-8, Memeluk Pancasila Mengenang Sang Pluralis
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, infodesanews.com – Kebesaran nama seseorang tidak dapat diukur hanya pada sejauh mana meniti karir. Akan tetapi lebih dari itu, eksistensinya terus ada meski nyawa telah terlepas dari raganya. Nama, sepak terjang dan pemikirannya terus abadi. Demikianlah yang tersirat pada malam peringatan khaul KH Abdurrahman Wachid atau yang kebih dikenal dengan sebutan Gus Dur. Bertemakan Memeluk Pancasila, Mengenang Sang Pluralis, kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Balai Kota Semarang semalam (22/12/2017), para kader muda NU Kota Semarang menyuarakan “Gus, Tanpamu, kita sekarang repot”

Selain tahlilan untuk mendoakan Gus Dur, para tokoh NU dan para pahlawan yang telah berpulang keharibaan Sang Pencipta sederet acara digelar dengan apik. Pembacaan puisi kebangsaan, testimoni, drama satu babak, dan unjuk kebolehan Pencak Silat Pagar Nusa. Testimoni Ketua PW GP Ansor Jateng, Sholahuddin Aly yang menyatakan Gus Dur sebagai tokoh fenomenal hingga segala yang melekat pada Gus Dur menjadi tren.

“Gus Dur adalah seorang yang fenomenal, sehingga baanyak hal yang sepelepun menjadi populer karena beliau.” Kata Gus Sholah (sapaan akrabnya). “Kita tentunya masih ingat dengan berbagai candaannya, dan salah satunya adalah gitu aja kok repot. Malam ini tema dari panitia Gus, tanpamu, kita semua repot. Hal ini menunjukkan betapa bangsa ini gelisah tanpa sosok Gus Dur sehingga generasi now selalu merindukannya. Lalu kapan lagi akan muncul seorang tokoh yang seperti beliau?”

Hal senada juga diungkapkan oleh Suharmanto. Kasatkorcab (Kepala Satuan Koordinasi Cabang) Banser Kota Semarang tersebut turut memberikan testimoninya dengan singkat bahwa mengenang Gus Dur, tentunya mengingat pancasila dan tugas menjaga negara yang bhineka tunggal ika ini.

“Gus Dur adalah tokoh pluralisme. Semuanya dirangkul sebagai perwujudan negara yang bhineka tunggal ika ini. Manuvernya banyak dan sulit ditebak. Beliaulah presiden yang paling antik dan tiada duanya” Ungkapnya singkat.

Beberapa tokoh muda NU dan tamu undangan juga turut memberikan testimoni secara bergantian.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi