Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (3 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (3 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (8 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu)
NASIONAL 15 Mei 2021, 07:40 WIB 2,427 PDF

Ketua Umum BPS Gereja Protestan Toraja, Kecam Pembantaian 4 Warga Toraja di Poso

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ketua Umum BPS Gereja Protestan Toraja, Kecam Pembantaian 4 Warga Toraja di Poso
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SULSEL, INFODESANEWS | Ketua Umum Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Protestan Toraja Pendeta Musa Salusu mengecam peristiwa pembantaian/pembunuhan yang mengenaskan terhadap 4 (empat) warga sipil, yang diduga dilakukan oleh Kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 11 Mei 2021 menimbulkan reaksi beragam dari seluruh elemen bangsa.

Reaksi keras muncul dari Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Protestan Toraja. Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt Musa Salusu mengecam keras aksi terorisme yang tak berperikemanusiaan.

Apalagi peristiwa itu terjadi menjelang perayaan dua hari raya besar umat Islam dan Kristen, yakni Idul Fitri 1442 hijriah dan Kenaikan Isa Almasih/Yesus ke Surga.

Dia juga menyatakan, BPS Gereja Protestan Toraja sangat berduka atas peristiwa tersebut dan mendesak kepada pihak keamanan, dalam hal ini TNI-Polri, supaya menumpas segala aksi kekerasan, pembunuhan, pembantaian dan teror yang dialami warga Poso.

“Saya menyampaikan rasa turut berdukacita yang dalam atas kematian empat warga asal Toraja yang menjadi korban pembantaian teroris di Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso. Para korban adalah rakyat kecil yang tidak bersalah, yang sedang mencari sesuap nasi,” terang Pendeta (Pdt) Musa Salusu pada media ini Via WhatsApp, Sabtu 15 Mei 2021.

Pdt Musa juga meminta kepada pemerintah, khususnya TNI dan Polri agar segera menangkap para pelaku terorisme tersebut dan dihukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di negara ini.

“Kami meminta kepada pemerintah, khususnya TNI dan Polri, supaya segera mengejar dan menangkap para pelaku terorisme sesuai dengan hukum yang berlaku di NKRI yang kita cintai ini,” ujarnya lebih lanjut.

Ini harus segera dilakukan, supaya masyarakat tidak cemas, takut dan khawatir akan adanya peristiwa serupa di tempat lain. Dan masyarakat dimohon agar jangan terprovokasi dengan kejadian peristiwa tersebut.

Jangan kita mau diadu domba oleh kelompok-kelompok yang ingin merongrong Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pdt Musa juga memohon kepada Presiden Joko Widodo agar bersungguh-sungguh dalam menuntaskan dan menyelesaikan masalah terorisme di Indonesia.

“Mohon dengan sangat kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo agar bersungguh-sungguh menuntaskan pemberantasan teroris di Indonesia, karena telah banyak memakan korban jiwa,” pinta Ketua Umum BPS Gereja Protestan Toraja.

Selain itu, Pendeta Musa Salusu menghimbau kepada seluruh warga Gereja Protestan Toraja untuk mendoakan keluarga korban dan para aparat keamanan, serta tidak mudah terprovokasi dengan adanya tindakan terorisme tersebut.

“Mari kita percayakan penegakan hukum kepada aparat kemamanan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, pada Selasa, 11 Mei 2021 pagi menjelang siang, beberapa warga sipil asal Toraja sedang melakukan kegiatan di kebun mereka yang berada di Lembah Napu, Poso. Tak berapa lama, sekelompok orang, yang diduga anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) muncul. Beberapa warga yang melihat kedatangan mereka langsung melarikan diri ke kampung terdekat.

Namun naas bagi dua orang warga, yakni Marthen Solo (52) , Simson Susah atau Ne’ Uban, (62) yang tidak sempat melarikan diri. Keduanya dibantai secara sadis oleh kelompok teroris tersebut.

Selang beberapa jam kemudian, aparat kepolisian dan TNI yang mendapat laporan dari warga tentang kemunculan orang tak dikenal di Lembah Napu, langsung melakukan penelusuran dan mengevakuasi jenazah dua korban.

Tak jauh dari lokasi penemuan pertama, Tim Satgas Madago Raya menemukan lagi dua jenazah warga sipil. Kedua jenazah itu teridentifikasi bernama Paulus Papa (42) dan Lukas Lese’ (50). Keduanya juga warga sipil asal Toraja. (yustus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi