Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (1 jam yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (2 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (3 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (14 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (15 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (16 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (21 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (21 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (23 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (23 jam yang lalu)
NASIONAL 26 Oktober 2022, 08:16 WIB 760 PDF

Ketua MPR RI Dukung Parlemen Malaysia Atas Pembentukan World Consultative Assembly Forum

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ketua MPR RI Dukung Parlemen Malaysia Atas Pembentukan World Consultative Assembly Forum
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BANDUNG – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengapresiasi dukungan Parlemen Malaysia sebagaimana disampaikan Deputy President House of Senate Malaysia Mr. Mohamad Ali Bin Mohamad yang mendukung langkah MPR RI menyelenggarakan Konferensi Internasional Lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat, Majelis Syuro, atau lembaga sejenis MPR/Consultative Assembly lainnya. Konferensi dihadiri 15 parlemen dari berbagai negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) serta dua lembaga internasional yang terdiri dari Parliamentary Union of the OIC Members States/PUIC (Uni Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam/OKI) dan Muslim World League (Liga Muslim Dunia).

“Saat penutupan konferensi pada 26 Oktober 2022 besok, delegasi parlemen Malaysia dijadwalkan mewakili para peserta konferensi untuk membacakan Deklarasi Bandung (Bandung Declaration), sebagai sebuah kesepakatan bersama untuk membentuk World Consultative Assembly Forum ataupun nama lainnya yang disepakati oleh para peserta konferensi,” ujar Bamsoet saat menerima Deputy President House of Senate Malaysia Mr Mohamad Ali Bin Mohamad, disela penyelenggaraan Konferensi Internasional Lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat, Majelis Syuro, atau lembaga sejenis MPR/Consultative Assembly lainnya dari berbagai negara anggota OKI, di Bandung, Selasa (25/10/22).

Hadir mendampingi Bamsoet, Pimpinan MPR RI Ahmad Basarah, Lestari Moerdijat, Jazilul Fawaid, Syarief Hasan, Hidayat Nur Wahid, Arsul Sani, dan Fadel Muhammad.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, dukungan parlemen Malaysia tersebut menggambarkan betapa kuatnya hubungan Indonesia dengan Malaysia sebagai negara serumpun. Terlebih kedua negara merupakan pemain utama dalam industri minyak sawit dunia.

“Indonesia dan Malaysia menyumbang lebih dari 85 persen ekspor minyak sawit dunia. Bagi Malaysia, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar ke-9 dan mitra dagang ASEAN terbesar ke-3. Sedangkan bagi Indonesia, Malaysia adalah mitra dagang terbesar ke-5, dengan total perdagangan kedua negara pada tahun 2020 lalu mencapai USD 14 miliar,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum FKPPI/Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan, dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, selain mempromosikan kerjasama ekonomi, Indonesia dan Malaysia juga bisa mempromosikan semangat moderasi beragama melalui World Consultative Assembly Forum ataupun nama lainnya yang disepakati para peserta konferensi. Indonesia adalah bangsa yang majemuk sejak kelahirannya, di mana dari 273 juta penduduk menganut 6 agama berbeda yang diakui oleh negara, serta puluhan aliran kepercayaan.

“Begitupun dengan Malaysia yang komposisi masyarakatnya memiliki banyak etnis dan budaya. Dengan kemajemukan tersebut, moderasi dalam kehidupan beragama menjadi faktor kunci terwujudnya harmoni dan kerukunan umat beragama, baik di Indonesia maupun di Malaysia. Melalui semangat moderasi beragama.

Masyarakat Indonesia dan Malaysia menunjukan bahwa antar penduduk beragama, yakni penduduk muslim dan penduduk beragama lainnya, bisa hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati satu sama lain,” tegas Bamsoet.(@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi