Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (6 menit yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (1 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (2 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (13 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (14 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (15 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (20 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (20 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (22 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (22 jam yang lalu)
NASIONAL 08 April 2021, 16:56 WIB 1,764 PDF

Kementan RI Laksanakan Project Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif Di Kabupaten Blora

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kementan RI Laksanakan Project Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif Di Kabupaten Blora
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BLORA, INFODESANEWS | Project Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) untuk penanaman padi di Lahan Sawah Tadah Hujan (LSTH) oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian, Kementan RI, dilaksanakan di kabupaten Blora, Kamis  (8/4/2021).

Pelaksanakan penanaman perdana di lahan sawah tadah hujan di Desa Prantaan, Kecamatan Bogorejo, yang dihadiri Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP, M.Si.,dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balitbang Kementan RI, Priatna Sasmita.

Setibanya di lokasi, rombongan terlebih dahulu meninjau kondisi lahan, melihat inovasi alat pengendali hama dan sumur bor, berdialog dengan petani dan melakukan penanaman.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balitbang Kementan RI, Priatna Sasmita, menerangkan bahwa alasannya memilih Blora sebagai lokasi riset dikarenakan kondisi wilayahnya yang memang sebagian besar merupakan sawah tadah hujan.

“Blora ini sebagian besar adalah sawah tadah hujan, maka kami ingin menguji hasil riset kami disini. Kami bawa beberapa varietas padi hasil penelitian yang dirancang memiliki masa tanam pendek dan butuh sedikit air sehingga cocok untuk sawah tadah hujan seperti Blora ini,” ungkapnya.

Menurutnya, beberapa varietas yang ditanam diantaranya inpari 38, inpari 39, inpari 40, inpari 46, varietas cisaat, dan cakra buana.

“Semuanya ini cocok ditanam di lahan tadah hujan. Kita coba, kita lihat mana yang lebih cocok untuk Blora. Luas lahan yang ditanami kali ini adalah 10 hektare,” lanjut Priatna Sasmita.

“Ini merupakan center of excellent, artinya menjadi pusat percontohan keunggulan inovasi lahan sawah tadah hujan. Harapannya nanti bisa dikembangkan di seluruh kecamatan dan menyebar menjadi model pengembangan sawah tadah hujan tingkat nasional,” tambah Priatna Sasmita.

Sementara itu, Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP, M.Si, mengapresiasi dan berterimakasih kepada Balitbang Kementan RI yang telah memilih Blora menjadi percontohan nasional riset padi sawah tadah hujan.

“Terimakasih Pak Kapuslitbang Kementan, salam untuk Pak Menteri. Blora ini memang hampir sebagian besar merupakan sawah tadah hujan. Sawah irigasinya hanya sedikit. Dengan adanya riset ini, kami berharap memperoleh hasil terbaik dan bisa direplikasikan ke daerah lain sehingga berujung pada peningkatan kesejahteraan petani kita,” terang Bupati.

Pihaknya juga meminta agar para petani dan tenaga penyuluh pertanian bisa ikut menyukseskan riset ini. Selain itu, Bupati lantas menyampaikan beberapa permasalahan pertanian yang ada di Kabupaten Blora mulai dari hulu hingga hilir, seperti tentang pupuk subsidi hingga penanganan pasca panen.

“Mohon bantuannya Pak Kapuslitbang. Beberapa waktu lalu kita juga sudah sowan Pak Dirjen PSP dan Dirjen Tanaman Pangan. Semoga Blora bisa terus dibantu,” pungkas Bupati.

Acara juga diikuti Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, Ir. Reni Miharti, M.Agr.Bus., Camat Bogorejo, jajaran Forkopimcam Bogorejo, Kades Prantaan, dan petani setempat. (Tim Liputan Prokompim Blora)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi