Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (5 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
INFODESA 19 Desember 2020, 13:59 WIB 2,621 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Kemenpora Akan Bangun Laboratorium Antidoping Di RSO Orthopedi Solo

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kemenpora Akan Bangun Laboratorium Antidoping Di RSO Orthopedi Solo
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO, INFODESANEWS | Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan membangun laboratorium antidoping yang memiliki standar World Anti-Doping Agency (WADA). Laboratorium antidoping tersebut akan dibangun di lahan Rumah Sakit Ortopedi (RSO) Prof. DR. R Soeharso Solo, Jawa Tengah. Hal ini dikatakan Menpora Zainudin Amali saat mengunjungi RS Ortopedi Prof. DR. R Soeharso Solo, Jumat (18/12/2020).

“Kita akan segera mempunyai laboratorium doping yang diharapkan menjadi juga rujukan negara lain, minimal Asia Pasifik,” kata Menpora.

Menurut Menpora, Kota Solo dipilih untuk pembangunan laboratorium tersebut atas usulan dari Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. Selain memiliki sejarah sebagai penyelenggara Pekan Olahraga Masional (PON) I, Kota Solo juga memiliki Rumah Sakit Ortopedi dibawah Kemenkes. “Apa yang akan kita lakukan ini adalah sejarah baru bagi bangsa ini,” katanya.

Untuk merealisasikan pembangunan laboratorium antidoping tersebut, Kemenpora sudah berkoordinasi dengan lembaga antidoping internasional WADA. Hal tersebut terkait persyaratan teknis agar laboratorium yang dibangun nanti kualitasnya diakui secara internasional. “Harapannya laboratorium antidoping Indonesia diakui internasional. Sehingga atlet luar negeri bisa memanfaatkan tes doping di Solo,” jelasnya.

Zainudin berharap sertifikasi dari WADA bisa segera terealisasi agar laboratorium tersebut bisa segera dibangun. Pihaknya optimis, sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia sangat banyak.
Sementara itu, Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Ditjen Yankes Kemenkes, Dr Rita Rogayah SPPK (k) MARS, menyampaikan pihaknya menyediakan lahan seluas 700 meter persegi untuk lokasi pembangunan laboratorium antidoping. “Lokasinya sangat strategis, berada di bagian depan sehingga mudah dijangkau,” ujarnya.

Rita juga mengatakan rencana pembangunan laboratorium antidoping sudah muncul, sejak tahun 2019. Namun semua tertunda akibat adanya pandemi Covid-19. Pihaknya berharap tahun depan bisa dimulai. (*/ism/her)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi