Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (2 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (2 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu)
INFODESA 11 Januari 2018, 19:30 WIB 1,825 PDF

Karinding jadi Icon Desa Wisata Rancabungur

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Karinding jadi Icon Desa Wisata Rancabungur
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

RANCABUNGUR – Infodesaku, Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, dikembangkan menjadi desa wisata dengan mengangat seni tradisional Karinding sebagai ikon kearifan lokal.
Kepala Desa Rancabungur, Sumantri, SKM, M.Si kepada wartawan di Bogor, Kamis (11/1) mengatakan, pengembangan Rancabungur sebagai desa wisata dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Antara lain, desa ini memiliki potensi besar kearifan lokal berupa seni tradisional karinding dan aneka seni budaya Sunda.
Pada 2017, terang Sumantri, Karinding Wates (Kawat) binaan Pemerintah Desa Rancabungur menjadi ikon dalam Lomba Kampung KB dan Gerak PKK.
“Desa Rancabungur juara 1 Kampung KB dan Gerak PKK tingkat Kabupaten Bogor dan juara 3 tingkat Jawa Barat,” papar Sumantri.
Faktor penting yang mengantarkan Desa Rancabungur meraih kedua prestasi besar tersebut terletak pada keberadaan seni tradisional Karinding, dengan melibatkan anak-anak muda.
Potensi besar seni Karinding menggugah hati Kades Sumantri. Ia terdorong untuk mengembangkan seni tradisional warisan Kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran tersebut.
“Kami ingin kembangkan Seni Karinding sebagai ikon dan unggulan program desa wisata,” Sumantri menegaskan.
Dari sisi geografis, lanjut dia, Desa Rancabungur dilintasi oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane, yang masih hijau dan memiliki pemandangan yang eksotik, dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata.
Desa Rancabungur juga memiliki dua setu alam, yakni Setu Cibaju dan Setu Cilimus, yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai objek ekowisata unggulan.
Guna menggenjot potensi besar Desa Rancabungur di bidang wisata, Kades Sumantri mengembangkan “Desa Wisata Paniisan” berbasis kearifan lokal dan potensi alam, bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mandiri Bersama, dan Karang Taruna Tunas Muda.
“Kami berharap banyak pihak yang berpartisipasi mendukung pengembangan Desa Rancabungur sebagai desa wisata berbasis seni tradisional karinding, aneka kerajinan lokal dan kuliner khas Sunda,” ujar Sumantri.
Ketua Karang Taruna Tunas Muda Desa Rancabungur, Mubarok menambahkan, lokasi “Desa Wisata Paniisan” yang tengah dibangun berada di tepi Sungai Cisadane, sebelah Jembatan Rancabungur – Ciampea, pada sebidang tanah seluas 1 ha.
“Desa Wisata Paniisan sedang dalam tahap pengerjaan. Kami berharap gerakan Desa Wisata akan mendongkrak potensi wisata, seni budaya Sunda, ukm, pengembangkan talenta generasi muda hingga pelestarian lingkungan,” ujar Mubarok.
Sebagai upaya nyata dalam mendorong pengembangan desa wisata, pada akhir Januari, pihak Pemerintah Desa Rancabungur menggagas gerakan “Pelestarian DAS Cisadane”.
Gerakan pelestarian Sungai Cisadane digagas berupa penanaman bibit pohon penyangga di sepanjang DAS yang masuk areal Desa Rancabungur, aksi bersih-bersih sungai dari aneka sampah, pelepasan ikan, bedah sejarah dan budaya Rancabungur, serta kampanye kesadaran pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
“Aksi pelestarian Cisadane sebagai upaya nyata dalam menjaga alam sekaligus mempromosikan Desa Wisata Rancabungur,” demikian Mubarok. (*)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi