Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (15 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
NASIONAL 07 Desember 2020, 10:51 WIB 2,361 PDF

Kapus Baebunta : Pencegahan Stunting, Kerja Kolektif Seluruh Pihak

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kapus Baebunta : Pencegahan Stunting, Kerja Kolektif Seluruh Pihak
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SULSEL, INFODESANEWS| Balita Sunting menjadi fokus perhatian pemerintah. Saat ini dari 10 orang anak di Indonesia, ada 3 orang anak mengalami stunting atau berbadan kerdil.

Saat ditemui media ini Senin 7 Desember 2020, Hairul Muslimin, SKM, Kepala Puskesmas Baebunta Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel), menjelaskan masalah balita Sunting merupakan masalah gizi kurang kronis pada balita yang harus dicermati semua pihak.

” Asupan gizi yang tidak memadai pada bayi dan balita, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan menjadi penyebab Stunting, di samping masalah sanitasi yang buruk, rendahnya akses air bersih, dan masalah sosial ekonomi keluarga.” jelas Hairul Muslimin.

Menurutnya, jika Stunting tidak ditangani secara serius, akan berdampak pada perkembangan generasi penerus bangsa ke depan, serta mempengaruhi produktivitas dan daya tahan bangsa.

“Pemerintah Pusat telah menargetkan penurunan angka Stunting menjadi 14 persen di tahun 2024. Target ini tentu menjadi PR bersama, dan Pemerintah Daerah punya peran strategis dalam mendukung pencapaian target itu.” terang alumni FKM Unhas ini.

Pencegahan stunting, menurut Hairul Muslimin, memerlukan dukungan regulasi, komitmen anggaran, dan keterlibatan berbagai pihak.

Menurutnya, peningkatan akses keluarga terhadap pangan, fasilitas sanitasi yang lebih baik, dan edukasi terkait Stunting, menjadi kerja keroyokan lintas sektor, termasuk unsur ormas, pelaku usaha, dan pemerintah sendiri.

“Pencegahan Stunting adalah kerja kolektif seluruh pihak. Pemberdayaan masyarakat, peningkatan ekonomi dan pengetahuan keluarga balita, pemenuhan air bersih dan sanitasi dasar, pencegahan infeksi penyakit, dan ketersediaan pangan, memerlukan kerjasama lintas sektor.” lanjut Hairul Muslimin.

Jika kerjasama telah terbangun dengan rapi dan terkoordinasi dengan baik, menurutnya target penurunan angka balita yang mengalami masalah gagal tumbuh tersebut optimis dapat dicapai.

Keluarga balita, lanjut Hairul, diharapkan dapat diberdayakan dalam pencegahan balita stunting. Pemberian makanan bergizi seimbang dan ASI Eksklusif, serta Imunisasi Dasar Lengkap, akan berpengaruh positif dalam mencegah balita stunting.

“Pangan lokal kita banyak yang bergizi baik. Keluarga balita dapat memanfaatkan itu. Tak perlu makanan mahal dan bermerek dalam pemenuhan gizi balita. Manfaatkan sumber makanan bergizi di sekitar kita .” ungkapnya.

Pemanfaatan pekarangan untuk penyediaan makanan bergizi juga perlu didorong di masyarakat. Hairul Muslimin menuturkan, sayuran bergizi dapat ditanam di pekarangan rumah. Memelihara ternak untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani juga dapat lebih dimaksimalkan. Keluarga perlu dimotivasi untuk melakukan hal positif dalam mencegah balita gagal tumbuh.(yustus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi