Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (9 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
INFODESA 17 Juli 2025, 17:11 WIB 2,735 PDF

Kades Kalisari Minta Penjualan Pupuk Bersubsidi Sesuai HET

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kades Kalisari Minta Penjualan Pupuk Bersubsidi Sesuai HET
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Kepala Desa (Kades) Kalisari, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Supriyono, mengharapkan penjualan pupuk bersubsidi sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini disampaikannya setelah menerima laporan warga tentang adanya penjualan pupuk di atas HET yang memberatkan petani.

“Kami berharap pengecer di wilayah kami tidak bermain-main dengan harga pupuk. Kasihan petani. Informasi yang saya terima, harganya mencapai Rp170.000 per sak di satu pengecer, sedangkan di tempat lain Rp120.000 per sak,” ujar Supriyono, Kamis (17/7/2025).

Pihaknya telah mengadakan musyawarah bersama petani, warga, dan pengecer di Balai Desa setempat untuk mencari solusi.

“Kita lakukan mediasi agar ada titik terang. Alhamdulillah, hasil pertemuan menyepakati harga pupuk menjadi Rp125.000 per sak,” jelasnya.

Supriyono juga menepis isu bahwa dirinya terlibat dalam penjualan pupuk atau mengambil keuntungan.

“Ada kabar tidak benar bahwa saya ikut campur atau mendapat uang dari penjualan pupuk. Itu hoaks. Karena itu, kita langsung adakan pertemuan untuk klarifikasi,” tegasnya.

Ia memperingatkan pengecer agar tidak melanggar aturan HET. Jangan jual pupuk di atas HET karena merugikan petani. Jika masih terjadi, kita akan laporkan.

Sebagai informasi, mulai 1 Januari 2025, pemerintah menetapkan harga baru pupuk bersubsidi berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 644/KPTS/SR.310/M.11/2024. HET terbaru meliputi urea Rp2.250/kg, NPK Rp2.300/kg, NPK kakao Rp3.300/kg, dan pupuk organik Rp800/kg.

Dengan kebijakan ini, diharapkan petani dapat mengakses pupuk bersubsidi dengan harga terjangkau untuk mendukung produktivitas pertanian.**Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi