Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (5 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (8 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (9 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (9 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (10 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (10 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
PENDIDIKAN 07 Desember 2019, 16:44 WIB 1,239 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Jiwa dan Ruh Seorang Guru Penentu Pendidikan

Penulis: Kabiro Surakarta
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Jiwa dan Ruh Seorang Guru Penentu Pendidikan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Surakarta

SOLO , INFODESANEWS – Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar (Dit PG Dikdas), Kemendikbud menggelar Simposium Guru Pendidikan Dasar Tahun 2019, diikuti 269 guru sekolah dasar dan menengah dari berbagai daerah di Indonesia.Simposium dibuka oleh Kepala Subdirektorat Kesejahteraan, Penghargaan, dan Perlindungan Pendidikan Dasar, Eddy Tejo Prakoso di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Jaka Prasetya, S.Si salah satu peserta simposium dari SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, mengatakan Era 4.0 saat ini harus didukung sumber daya manusia yang unggul. “Jiwa dan Ruh Seorang Guru menjadi ujung tombak masa depan bangsa,” ujarnya. Ada sebuah adagium yang sering kita dengar bahwa metode lebih penting daripada pelajaran, pengajar lebih penting daripada metode, akan tetapi, di balik itu semua, ruh guru lebih penting daripada guru itu sendiri. Sebuah mahfuzhat, “ath thariqah ahamu minal madah, wal ustaadzu ahammu min ath-thariqah, wa ruuhul ustadz ahammu min al ustadz. (metode pelajaran lebih penting dari pelajaran, guru lebih penting dari metode, dan ruh guru lebih penting dari guru itu sendiri)”

Melihat realita pendidikan hari ini yang cukup memprihatinkan, berbagai fakta krisis moral, adab, dan akhlak terjadi pada murid di sekolah. Pergaulan bebas, pacaran, huru-hara, pesta-pesta dan lain sebagainya. Wahai para guru, teman sejawat dan seperjuangan! Jadilah teladan terbaik bagi para muridmu dan bekerja keraslah semaksimal mungkin, melahirkan generasi pejuang, generasi beradab, generasi yang cinta ilmu, semangat dalam beramal dan berdakwah. “Pentingnya Pendidikan Karakter bagi siswa, sehingga siswa tumbuh menjadi manusia unggul berkepribadian dan berkarakter baik. Guru harus menjadi motor Penggerak Perubahan Indonesia Maju,”ungkap ustaz Jaka.

Seorang murid ibarat sebuah benih yang bermacam-macam, dan hanya bisa ditumbuhkan dengan metode penumbuhan yang tepat, pupuk yang tepat dan penganggulangan hama dengan cara yang tepat. Allah SWT menjelaskan dalam Al-Quran Surat Al-jumuah ayat 2: Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,” (QS. Al-Jumuah:2).

Dalam sistem pendidikan harus berprinsip pada pembentukan mental, karakter dan multi system. Oleh karena itu seluruh totalitas kehidupan murid mulai dari apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan, keseluruhannya adalah pendidikan. Semua hal itu harus berpijak pada nilai, ruh, dan kultur yang tercermin dalam dinamika kehidupan para murid. Derajat menagajar kebaikan seorang guru terlukiskan seperti Sabda Nabi Saw., “Sesungguhnya Allah, para Malaikat-Nya, penghuni langit, penghuni bumi, hingga semut di liangnya dan hingga ikan paus di lautnya pasti mendoakan orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (Diriwayatkan At-Tirmidzi). (hr/panut/jatmiko)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Surakarta

Kabiro Surakarta

Kepala Biro Solo Raya & Surakarta

Pewarta isu sosial kemasyarakatan, budaya keraton, dan pemerintahan Solo Raya.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi