Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (1 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (11 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (13 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (13 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (18 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (18 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (20 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (20 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (21 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (1 hari yang lalu)
INFODESA 31 Agustus 2020, 19:21 WIB 1,321 PDF

Inovasi Karya Mahasiswa Unikama, Warung Hidup Sebagai Alternatif Lahan Sempit

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Inovasi Karya Mahasiswa Unikama, Warung Hidup Sebagai Alternatif Lahan Sempit
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

MALANG, INFODESANEWS | Demi menanggulangi dampak dari covid-19 di bidang ketahanan pangan dan perekonomian warga. Mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) yang sedang malaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kuwolu, Kecamatab Bululawang, Kabupaten Malang.

Dalam KKN tersebut dibimbing oleh Ati Retna Sari, Se, Ak, Msa, Ca selaku dosen pembimbing lapangan yang membuat program warung hidup sebagai alternative lahan yang sempit di desa tersebut.

Febrian Kusuma sebagai ketua kelompok menjelaskan, pembuatan warung hidup menggunakan media polybag selain sebagai alternative lahan yang sempit bisa menjadi lumbung pangan warga desa yang mengalami dampak dari covid-19 dimana banyak warga yang mengalami pemutusan hak kerja.

“Sebagai media untuk ketahanan pangan nantinya tanaman yang di tanam bisa di jual untuk meningkatkan perekonomian warga di desa ini. Tanaman yang di taman berupa Cabai, Sawi, dan terong” ungkapnya.

Lanjutnya, sebelum ada warung hidup mayoritas warga bingung dengan keadaaan tanah yang tandus maupun sempit dimana hanya bisa ditanami tanaman seperti jagung, tebu.

“Untuk pengambilan tanah kami memanfaatkan tanah dari selokan yang sedikit di aliri sungai mati serta di beri pupuk agar tanaman bisa tumbuh subur” tambahnya.

Di masa sulit seperti iini, tentunya mahasiswa bisa menjadi wadah motivator dan inspirator bagi warga demi mengatasi masalah yang terjadi di masa pandemi covid-19. Guna membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. (Riyan)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi