Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (4 menit yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (10 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (12 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (12 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (17 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (17 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (19 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (19 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (20 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (1 hari yang lalu)
INFODESA 23 Agustus 2020, 17:56 WIB 2,629 PDF

Ini Yang Dilakukan Babinsa Pulau Derawan, Menjaga Telur Penyu Hingga Jadi Tukik

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ini Yang Dilakukan Babinsa Pulau Derawan, Menjaga Telur Penyu Hingga Jadi Tukik
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SAMARINDA.INFODESANEWS –  Sertu Wisandy Yuliastriono Suwardi seorang Babinsa Pulau Derawan Koramil 0902- 03/Tanjung Redeb Kodim 0902/Tanjung Redeb Korem 091/ASN melakukan patroli. Bukan karena menjaga keamanan atau kedaulatan negara, namun ada tugas yang juga tak kalah penting yang harus dilakukannya yakni mengecek penyu-penyu yang bertelur, Minggu (23/8/2020).

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan di pulau ini. Tingkat kejahatan rendah. Apalagi kekhawatiran soal kedaulatan NKRI. Pulau seluas 44 hektar tersebut termasuk kecil. Tak perlu waktu lama untuk mengelilinginya dengan berjalan kaki.

Namun Pulau Derawan adalah tempat bertelurnya penyu. Rumah bagi ribuan tukik untuk kemudian kembali ke laut.  Untuk menjaga agar tidak terjadi perburuan telur penyu, setiap malam Wisandy berkeliling pulau memastikan Pulau Derawan bebas dari pencurian telur penyu. Ia mengecek setiap titik yang menjadi tempat penyu bertelur.

“Ini sudah kewajiban. Penyu satwa yang dilindungi. Saya juga mencintai penyu tersebut. Kalau bukan diri sendiri, siapa lagi yang akan menjaga penyu tersebut,” ujar Babinsa Pulau Terluar.

Dia mengaku kecintaannya terhadap alam dan lingkungan teramat tinggi. Maka meski sebagai Babinsa yang bertugas di pulau kecil itu, hatinya terpanggil untuk terus menjaga telur penyu dari penjarah di Pulau Derawan.

Pak Babin, demikian sapaan warga setempat, juga terus mengedukasi warga soal hewan yang dilindungi itu. Warga pun paham, jika pada malam hari, Pak Babin pasti akan berkeliling pulau untuk mengecek penyu-penyu yang bertelur di pasir pantai.

Wisandy mengaku tidak segan-segan menangkap jika mengetahui ada yang berusaha mencuri telur penyu tersebut. Ia beranggapan, ini merupakan tugas menjaga dan melestarikan salah satu makhluk Tuhan.

“Kalau telur penyu terus menerus dicuri, bakal punah. Anak cucu kita nanti tidak tahu apa itu penyu,” jelasnya.

Di ketahui Wisandy menjadi seorang Babinsa di Pulau Derawan sejak 2014 lalu. Selama 6 tahun, ia bersama dengan warga menjaga telur penyu tersebut. Dia kerap berkonsultasi dengan salah seorang warga bernama Ading yang membudidayakan penyu.

“Bersama Ading, saya setiap malam berkeliling pulau mencari telur penyu yang kemudian dibudidayakan hingga menjadi tukik,” katanya.

Tangan kekar dan berotot khas tentara miliknya kini terampil menjaga dan merawat telur penyu hingga menjadi tukik.

“Telur penyu itu kan memiliki masa inkubasi selama dua bulan. Setelah menjadi tukik, baru kita lepas liarkan. Itu suatu kebanggaan tersendiri buat saya,” kata pria kelahiran Seram Bagian Timur (SBT), Ambon itu.

Wisandy beranggapan, penyu harus dilestarikan. Jika punah, Pulau Derawan akan kehilangan salah satu objek yang biasanya dinikmati wisatawan.

“Saya malu jika ditanya wisatawan. Kini wisatawan nyaris setiap hari bisa melihat penyu berenang,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sebagai seorang anggota TNI tentu merasa memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian alam. Baik itu tumbuhan, maupun hewan.

Sebelumnya, penyu kerap diburu, baik untuk karapas hingga telurnya. Ia mengaku sedih jika ada warga yang menjual karapas penyu yang dijadikan cendera mata.

“Saya kerap menegur warga jika ada yang jual cendera mata dari karapas penyu. Tetapi kini sudah tidak ada lagi yang jualan,” cerita Wisandy seraya memperhatikan seekor penyu bertelur.

Usai bertelur, penyu itu perlahan menjauh dari sarang yang sudah ditutupnya dengan rapi. Jika tidak dijaga dan dibudidaya, telur-telur itu bisa dijarah.

Wisandy menatap penyu berjalan perlahan menuju bibir pantai. Dia yakin penyu itu akan datang lagi untuk bertelur suatu saat nanti.

“Tugas penyu itu sudah selesai, tinggal tugas saya dan masyarakat di sini memastikan telur penyu yang ditinggalkan menjadi tukik kemudian dilepas ke laut,” pungkasnya.

Penulis Murdi

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi