LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan kesiapsiagaan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dengan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual, Selasa (3/3/2026).
Rakor tersebut membahas perkembangan inflasi nasional yang mengalami tren kenaikan, khususnya dipengaruhi oleh fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan strategis menjelang dan selama bulan Ramadhan serta mendekati Hari Raya Idulfitri. Komoditas yang menjadi sorotan antara lain cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras.
Rakor dipimpin oleh Tomsi Tohir, selaku Sekretaris Jenderal Kemendagri. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa angka inflasi nasional saat ini memerlukan perhatian serius dari seluruh pemerintah daerah.
“Inflasi kita angkanya cukup tinggi. Inflasi bulan ke bulan naik 0,68 persen, inflasi tahun ke tahun mencapai 4,76 persen, dan inflasi tahun kalender berada di angka 0,53 persen,” ujar Tomsi.
Ia menjelaskan, kenaikan tersebut sebagian besar dipicu oleh kontribusi komoditas pangan yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan inflasi, terutama pada momentum hari besar keagamaan. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta lebih jeli dalam mencermati pergerakan harga di lapangan.
Dalam forum tersebut, Kemendagri juga menekankan pentingnya pengawasan rantai distribusi pangan, mulai dari tingkat petani atau peternak, pengepul, hingga pedagang di pasar. Dari rantai distribusi itu, potensi spekulasi maupun permainan harga dinilai dapat teridentifikasi.
“Selama ini kita melihat harga terbentuk dari petani, peternak, lalu ke pengepul hingga pasar. Dari situ bisa diketahui siapa yang mengambil keuntungan berlebih atau bermain harga,” tegasnya.
Tomsi menambahkan, momentum lebaran seharusnya tidak serta-merta menjadi alasan kenaikan harga apabila stok bahan pangan dalam kondisi aman dan mencukupi. Pemerintah daerah diminta fokus mengendalikan komoditas yang benar-benar mengalami lonjakan harga signifikan.
“Seharusnya lebaran atau tidak lebaran sama saja jika stok cukup. Karena itu, fokus kita pada komoditas yang memang mengalami kenaikan,” tambahnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, TPID Lampung Selatan yang mengikuti rakor dari ruang Kepala Bagian Perekonomian menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat pemantauan harga dan ketersediaan stok bahan pokok di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi antisipatif Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menjaga laju inflasi daerah agar tetap terkendali serta memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, khususnya selama bulan suci Ramadhan.
Melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan terkait, TPID Lampung Selatan optimistis stabilitas harga kebutuhan pokok dapat dipertahankan sehingga masyarakat tetap memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau. (red/sumber Diskominfo)