Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (39 detik yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (1 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (1 jam yang lalu) • Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr (1 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (4 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (8 jam yang lalu) • Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (17 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (17 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (23 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (2 hari yang lalu)
NASIONAL 02 Agustus 2020, 15:20 WIB 1,620 PDF

Hj. Umi Kulsum Djoko Nugroho ; ASI 2020, Pentingnya Pemberian ASI eksklusif

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Hj. Umi Kulsum Djoko Nugroho ; ASI 2020, Pentingnya Pemberian ASI eksklusif
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BLORA, INFODESANEWS | Dengan mengangkat tema “Support breastfeeding for a healthier planet.” atau “Mendukung menyusui untuk planet yang lebih sehat.”. Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Blora sebagai mitra pemerintah diharapkan dapat berperan aktif terutama untuk pengembangan gizi balita melalui pemberian ASI secara ekslusif.

Hal itu diungkapkan Ketua TP-PKK Kabupaten Blora, Hj. Umi Kulsum Djoko Nugroho, TP PKK harus memahami betul pentingnya Air Susu Ibu/ASI bagi kesehatan bayi, karena bayi yang tidak mendapatkan ASI yang memadai rentan terkena penyakit.

“Diperkirakan lebih dari satu juta anak meninggal tiap tahun karena penyakit diare, saluran nafas dan infeksi lainnya disebabkan mereka tidak disusui ibunya secara memadai,” Ucap Umi Kulsum.

Lebih lanjut Hj. Umi Kulsum  mengungkapkan pelaksana program penangulangan penyakit diare sejak lama mengakui bahwa menyusui adalah cara penanggulangan diare. Lewat ASI akan mencegah dehidrasi dan mempercepat penyembuhan bayi penderita diare.

“ sebagian besar ibu di banyak negara sudah memberikan makanan dan minuman tambahan bayinya yang belum berusia 6 bulan. Bahkan banyak ibu yang berhenti memberikan ASI jauh sebelum anaknya berumur 2 tahun,” ujarnya.

Istri dari Bupati Blora Djoko Nugroho tersebut mengatakan, banyak alasan ibu-ibu tidak memberikan ASI eksklusif. Alasan yang sering terlontar adalah tidak yakin punya cukup ASI bagi bayinya. Alasan lainnya adalah ibu bekerja diluar rumah dan tidak tahu bagaimana memberikan ASI sambil tetap bekerja.

Padahal pemberian ASI eksklusif sangat berpengaruh pada kesehatan dan tumbuh kembang anak yang optimal.

“Pemberian ASI eksklusif adalah wajib dan merupakan hak anak untuk mendapatkan derajat kesehatan setinggi-tingginya,” tegasnya.

Umi Kulsum mengungkapkan tingginya angka kematian bayi di Kabupaten Blora disebabkan karena Berat badan Lahir Rendah (BBLR) kurang dari 2,5 kg. Penyebab lainnya adalah bayi kurang gizi dan pneumonia. Untuk menurunkan angka kematian tersebut dilakukan intervensi program pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan dan diteruskan sampai usia 2 tahun.

Untuk itu, pada pekan ASI sedunia ini beliau meminta kepada kader-kader PKK untuk berperan aktif serta meningkatkan dan mensukseskan cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Blora. Ibu-ibu anggota PKK juga diharapkan dapat menjadi fasilitator yang dapat memberdayakan masyarakat melalui edukasi pemberian ASI eksklusif.

“Kaum ibu harus cerdas artinya betul-betul memahami bahwa memberikan ASI eksklusif itu hukumnya wajib bagi anak, ASI adalah hak anak karena anak-anak inilah yang akan menjadi penerus kita, penerus bangsa ini untuk generasi Kabupaten Blora yang sehat dan cerdas,” ucapnya lagi.

Pekan ASI 2020 akan fokus pada dampak pemberian makan bayi pada lingkungan atau perubahan iklim dan keharusan untuk melindungi, mempromosikan dan mendukung pemberian ASI untuk kesehatan planet dan rakyatnya. Tema ini selaras dengan area tematik 3 dalam kampanye WBW-SDG 2030 yang menyoroti hubungan antara menyusui dan perubahan lingkungan atau iklim.*** Red

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi