Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (6 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (12 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (20 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (22 jam yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (22 jam yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (22 jam yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (23 jam yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 28 September 2022, 19:12 WIB 1,703 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Hari ini, Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Sasak Hubungkan Pasar Kliwon – Mojolaban

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Hari ini, Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Sasak Hubungkan Pasar Kliwon – Mojolaban
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO, INFODESANEWS | Hari ini jembatan darurat yang menghubungkan wilayah Pasar Kliwon dan wilayah Gadingan Mojolaban mulai dibuat agar aktifitas dan akses warga menjadi lancar.

Demikian disampaikan Basuki, salah satu koordinator pembuatan jembatan sesek atau darurat kepada INFODESANEWS, Rabu (28/9). Menurutnya, pembuatan jembatan darurat dari bambu itu untuk memudahkan pengendara motor atau pejalan kaki. “Setiap pengendara nantinya dikenakan tarif 2000, untuk biaya pemeliharaan jembatan,”ujarnya.

Seperti dalam pemberitaan sebelumya, dua jembatan utama di atas Sungai Bengawan Solo direnovasi. Yakni jembatan Jurug B dan Jembatan Mojo mulai ditutup Senin 26 September lalu pukul 10.25 WIB. Kedua jembatan merupakan akses vital masuk Kota Solo dari timur, yakni Karanganyar dan Sukoharjo.

Warga yang akan masuk ke Solo dari kedua wilayah harus berbagi menggunakan jembatan Jurug satunya. Kemacetan kerap terjadi akibat menumpuknya kendaraan dari dua arah, yakni Solo dan Karanganyar.

Namun beberapa warga yang enggan memutar lebih jauh atau merasakan kemacetan, mereka membuat jembatan bambu atau sasak. Jembatan dengan lebar 1 meter tersebut bisa menghubungkan Kecamatan Mojolaban di Sukoharjo dengan Kampung Sewu di Kota Solo.

Isnaini (49) salah seorang warga asal Mojolaban, Sukoharjo, mengatakan biasanya ia melalui jembatan Mojo saat berangkat ke tempat kerja yang ada di wilayah Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Solo. Namun karena jembatan dibangun, ia memutuskan mencari jalan alternatif yakni Jembatan Sasak. Alasannya agar tidak terlalu lama ketika hendak berangkat atau pulang kerja. “Sebenarnya takut juga sih, baru kali ini saya mencoba lewat sini. Saya takut nyungsep, lebih baik memutar soalnya saya rasa jalannya nakutin, tidak ada yang menyebrangkan kalau dari sisi barat,” tandasnya.

Ungkapan senada disampaikan Bahtiar, (57) warga Jaten Karanganyar. Menurutnya sebelumnya ia tak memilih Jembatan Bacem atau Jembatan Jurug C lantaran jarak tempuh dan kondisi lalu lintas yang padat pada jam-jam tertentu. Namun setelah melihat jembatan sasak, ia mencobanya.”Uji nyali ini, sebenarnya takut, beruntung airnya tidak dalam. Kalau lewat Jembatan Bacem atau Jurug C macet, jauh juga. Jadi terpaksa lewat sini, “ujarnya.

Mendung (46) salah satu penjaga jembatan mengatakan, pembuatan jembatan menggunakan dana swadaya. Pihaknya tidak menetapkan tarif khusus untuk warga yang melintas. Namun ia meminta warga berhati-hati karena kurang lengkapnya pengamanan.”Ini tiap tahun ada jembatan sasak. Kita bangun dengan dana swadaya. Nanti kalau airnya besar kita ganti dengan perahu,” katanya.

Beberapa warga mengaku dilema melewati Jembatan Sesek, karena struktur badan jembatan yang terbuat dari kayu dan bambu. Beberapa lainnya mengaku memilih jam-jam lalu lintas yang tak padat, terlebih jam berangkat dan pulang kerja atau sekolah. [panut/h/red Slo)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi