Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (49 menit yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (2 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (2 jam yang lalu) • Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr (2 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (5 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (9 jam yang lalu) • Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (18 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (18 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (1 hari yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (2 hari yang lalu)
INFODESA 05 Agustus 2019, 18:27 WIB 2,204 PDF

Hama Tikus Dan Lembing Serang Belasan Hektare Tanaman Padi Di Lamsel

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Hama Tikus Dan Lembing Serang Belasan Hektare Tanaman Padi Di Lamsel
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Para petani Padi di Desa Sidoasri Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, bakal merugi dan gagal panen pasalnya belasan hektare tanaman padi meraka nyaris ludes akibat serangan hama Tikus dan Lembing.

Menurut salah seorang petani, Murni (35) warga desa setempat, kurang lebih sejak dua pekan lalu tanaman padi sudah diserang hama.

“Kami Para petani setempat sangat kewalahan menghadapi serangan kedua hama tersebut. sudah berbagai cara kami upayakan untuk membasmi tapi belum menghasilkan yang maksimal.”ujar Murni pada Infodesanews.com. Senin (5/8/2019)

Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, para petani setempat terpaksa menjual batang padi sisa dari serangan hama yang masih hijau, Daripada kami merugi terlalu besar terpaksa kami babat untuk dijual ke peternak.

“Sebab jika tanaman padi yang rusak tetap dipertahankan, maka para petani semakin merugi. Padi pun akan tetap mati
“Sedikit untuk menganti kerugian maka kami terpaksa menjual batang yang masih hijau ke pemilik ternak.”imbuhnya.

Sementara itu Amir (42) petani lainya mengatakan hal yang sama, hampir dua pekan para petani mengeluhkan dengan serangan hama yang menyerang tanaman Padi.

Ia juga mengatakan pada musim gaduh tahun ini, meski kemarau panjang, para petani setempat masih tetap menanam padi, karena sudah menggunakan sumur bor untuk pengairan sawah.
“Disini semua pakai sumur bor dengan daya tampung satu sumur untuk satu hektare.”paparnya.

Kurang lebih hampir 50 Hektare lahan sawah yang ditanami padi di musim gaduh tahun ini. Sedangkan luas tanaman padi yang terserang hama sekitar belasan hektare.

“Tidak tahu jumlah pastinya, yang terserang hama tapi sekitar belasan hektare yang terserang tikus dan lembing. kalau untuk pasokan Air Alhamdulillah cukup.”kata dia. (Sg/Bmb)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi