Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (2 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (3 hari yang lalu)
INFODESA 26 Januari 2019, 11:39 WIB 2,340 PDF

Guna Memutus Mata Rantai Penyebaran DBD PRI Sidomulyo Lakukan Fogging

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Guna Memutus Mata Rantai Penyebaran  DBD PRI Sidomulyo Lakukan Fogging
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN ,INFODESANEWS –Puskesmas Rawat Inap (PRI) Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan. Melakukan fogging di wilayah kerjanya. hal ini lakukan guna memutus mata rantai penyebaran nyamuk Aedes Aegypti.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Infofesanews.com. sepanjang bulan Januari 2019, terdapat 15 warga di wilayah Kecamatan Sidomulyo telah terserang penyakit DBD.

Diketahui dari 16 Desa yang ada di wilayah Kecamatan Sidomuyo, Desa Sidodadi yang paling banyak terserang penyakit yang mematikan itu.

“Sedangkan Desa yang lain hanya di temukan satu dua kasus saja bahkan ada Desa yang sama sekali tidak terserang. “ujar KUPT PRI Sidomulyo. Dr Rocy Sihombing.

Oleh karena itu setiap rumah warga yang terserang penyakit DBD kita lakukan fogging atau pengasapan hingga radius 100 meter agar tidak terjadi penyebaran nyamuk Aedes Aegptiy, secara medis sudah langsung kami tangani.

“Namun fogging bukan satu satunya penyelesaian atau untuk mengobati, hanya saja untuk memutus mata rantai penyebaran nyamuk Aedes Aegpyti, yang sifatnya sementara. yang jelas kuncinya untuk menghindari penyakit yang mematikan itu, kita harus ber prilaku hidup bersih dan sehat ini yang harus dilakukan.
“Karena ini bukan tanggung jawab dari pihak kesehatan saja, Maka peran aktif pemangku wilayah khususnya kepala desa diperlukan dan dapat mengajak warganya untuk berprilaku hidup dan sehat dengan cara bersih bersih lingkungan.”kata dia pada Infodesanews.com. Jum,at (25/1)

Dijelaskan bahwa antisipasi dan pencegahan penyakit DBD telah tertuang dalam surat edran Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan. Freddy. SM. Nomor 441.8/02227/VI.03/I/2019/ yang di tujukan kepada seluruh Camat Se Kabupaten Lampung Selatan.

“Yang isinya dinyatakan Peningkatan Kasus DBD berdasarkan laporan dari seluruh Puskesmas di Lampung Selatan. serta Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda.”pungkas Rocy. (Sg)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi