Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (5 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal (7 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (7 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (12 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (13 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (14 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (15 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (15 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (22 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (22 jam yang lalu)
NASIONAL 23 Januari 2023, 12:33 WIB 473 PDF

Gubernur Siap Kawal Langsung Target Penurunan Kemiskinan Dan Stunting

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Gubernur Siap Kawal Langsung Target Penurunan Kemiskinan Dan Stunting
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

DEMAK, INFODESANEWS – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri sosialisasi dari BKKBN tentang pencegahan stunting dan dapur sehat di Balai Desa Prampelan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Senin (23/1/2023). Sambil menyerahkan bantuan sembako untuk para ibu hamil, Gubernur juga ikut mengimbau agar para ibu yang sudah memiliki dua anak atau lebih, segera KB.

Gubernur mengapresiasi Kampung KB Desa Prampelan yang cukup aktif mengedukasi warga khususnya para ibu hamil. Bahkan, edukasi juga diberikan kepada anak-anak hingga pelajar.

“Saya senang tadi ada anak-anak muda yang diedukasi agar tidak menikah dini. Ini in line (sejalan) dengan programnya BKKBN untuk mencegah pernikahan dini, mencegah stunting dan anak-anak mendapatkan informasi yang cukup jelas,” kata Gubernur.

Terkait pencegahan stunting, kepala desa dan bidan diminta aktif mendata ibu hamil. Apalagi Kades Prampelan baru menjabat dua bulan, menurut Gubernur, ini saat tepat untuk melakukan pendataan ulang.

Berdasarkan paparan kades dan bidan, di Desa Prampelan saat ini terdapat total 38 ibu hamil, 21 diantaranya kehamilannya bermasalah. “Saya minta pastikan datanya benar. Bidan, termasuk para kader kesehatan, akan bisa mendampingi terus menerus. 21 yang punya masalah, itu yang menjadi perhatian utama,” tegas Gubernur.

Upaya Kepala Desa Prampelan untuk mengatasi stunting dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil yang bermasalah, dinilai positif Gubernur. “Cukup kreatif, makanan cukup bergizi, umpama dari potensi gizi lokal seperti lele itu kan gampang. Jadi dimasak cukup enak, lalu diberikan kepada mereka,” ujarnya.

Gubernur menjelaskan, pencegahan stunting dapat dilakukan dengan upaya gotong royong. “Karena kalau tetangga kita, mohon maaf, ada yang kurang gizi atau gizi buruk, kalau kemudian ada tiga atau lima orang masing-masing memberi keluarga (itu), pagi tanggung jawab siapa, siang tanggung jawab siapa, tentu itu akan ringan sekali,” tuturnya.

Didampingi Bupati Demak, Eisti’anah dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah drg. Widwiono, pada kunjungan itu, selain menyerahan bantuan untuk ibu hamil, Gubernur juga memberikan bantuan tiga kursi roda, kaki palsu, recreation kit (mainan) untuk anak terdampak bencana.

Pada Gubernur Bupati Demak mengatakan, penanganan stunting di wilayahnya dilakukan secara bersama sama dengan OPD terkait. Ke depan ia akan memaksimalkan seluruh kekuatan yang ada untuk bersinergi lebih kuat lagi, bukan hanya untuk mengatasi stunting, tetapi juga kemiskinan ekstrem.

“Di Kabupaten Demak tahun 2021 masih 25 persen stuntingnya, tapi dari data Dinas Kesehatan 2022 (jadi) sebelas persen, semoga ini data yang valid karena di tahun 2024 sesuai instruksi Pak Presiden harus di bawah 14 persen,” katanya.

Guna mencapai target yang sama, Gubernur sepekan ke depan akan berkeliling ke sejumlah daerah. Dengan turun langsung memantau, Gubernur bisa mengawal untuk memastikan program pengentasan kemiskinan ekstrem berjalan beriringan dengan pencegahan serta penurunan angka stunting.

“Minggu ini saya akan keliling untuk mendata itu. Itu paketnya sekaligus, kemiskinan ekstrem, kemiskinan yang non ekstrem, ibu hamil, Stunting,” katanya.

Gubernur mengatakan, target capaian dari setiap kabupaten/kota yang sudah ada akan dikumpulkan untuk disesuaikan dengan target pusat. “Yang targetnya sudah tinggi kami akan dorong, yang masih rendah kami akan angkat agar bisa menyesuaikan secara nasional. Kita bisa selesai bareng-bareng,” pungkasnya optimis.***Tim/Red.

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi