Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (5 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (7 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (9 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (9 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (9 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (10 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 08 Februari 2018, 17:25 WIB 1,264 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Gubernur Mengajar di SMAN 1 Wangon

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Gubernur Mengajar di SMAN 1 Wangon
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Banyumas, Infodesanews.com – Dengan Penuh Percaya diri Ambar Kasih langsung melangkahkan kaki ketika Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP memintanya untuk maju. Saat Gubernur Mengajar di SMAN 1 Wangon, Rabu (7/2), siswa Kelas XII jurusan IPA itu mendapatkan kesempatan emas berbicara langsung dengan gubernur karena menyabet Juara I dalam Lomba Kader Kesehatan Remaja (LKKR) Tingkat Kabupaten Banyumas.

Begitu sampai di depan, Ganjar langsung memberinya pertanyaan apa saja yang dilombakan dalam kompetisi LKKR yang diikutinya. Ambar menjelaskan, materi yang dilombakan meliputi kesehatan dan remaja. Pada seleksi pertama, dimulai dengan seleksi tertulis. Setelah lolos tahap seleksi tertulis, dilanjutkan dengan seleksi praktik.

“Seleksi praktik antara lain tentang pengukuran berat badan, tinggi badan dan melakukan pembidaian. Saat itu membidai dengan kayu dan mitela karena waktu itu, yang disediakan kayu,” jelas Ambar yang bercita-cita sebagai dokter itu.

Tahap selanjutnya adalah memberi penyuluhan. Saat itu, dia mendapatkan tema tentang penyakit diabetes melitus.

Mendengar cerita Ambar, Ganjar langsung memintanya untuk melakukan sosialisasi di hadapan ratusan temannya.

“Waktu dulu kamu menang, disuruh sosialisasi kaya apa ngomongnya?” tanya Ganjar.

Ambar pun langsung mempraktikkanya disambut riuh tepuk tangan kawan-kawannya.

“Selamat siang teman-teman. Perkenalkan saya Ambar Kasih. Saya merupakan kader kesehatan remaja perwakilan dari SMAN 1 Wangon. Dalam kesempatan ini, saya akan memberikan sedikit ilmu saya tentang penyakit diabetes. Teman-teman di sini pasti sudah tidak asing mendengar penyakit diabetes. Betul atau betul?” bebernya

Ambar menyampaikan, diabetes merupakan penyakit karena darah mengandung gula. Diabetes dapat diakibatkan keturunan. Tidak hanya dapat menyerang orangtua, orang muda pun bisa terkena diabetes.

“Teman-teman itu berisiko kena diabetes. Diabetes menyerang jika teman-teman mengkonsumsi makanan yang tidak sehat. Seperti mengandung MSG dan makanan cepat saji. Kemudian teman-teman yang malas berolahraga juga berisiko kena diabetes. Jadi, mulai sekarang ayo budayakan makan makanan sehat dan berolahraga,” ajaknya.

Begitu selesai mempraktikkan sosialisasi, gubernur langsung memuji Ambar. Dia menilai anak yang bercita-cita bersekolah di UGM itu anak yang hebat.

“Hebat ya temanmu. Pelajarannya sebenarnya bukan soal diabetes. Tapi kira-kira berani bertanding tidak, berani bersaing tidak,” katanya menyemangati.

Bagaimana agar bisa berani? Ganjar lalu memberikan tips. Yang perlu dilakukan cukup dengan belajar. Saat belajar di sekolah, ilmu pengetahuan yang diberikan guru mesti didengarkan dengan baik.

“Kalau di sekolah mendengarkan dengan baik, dibimbing dengan baik, kalian bisa berprestasi. Ambar menyampaikan tidak nervous, percaya diri, ilmu pengetahuan didapat, bimbingan guru didapat, setelah itu berani bertanding. Tidak ada pelajaran di sekolah khusus seperti itu. Itu hanya bisa didapat di sana (bertanding),” pesan Ganjar.(Parsito/Ar)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi