Kamis, 1 Oktober 2026
TERKINI
• Pancasila Dikumandangkan, Keadilan Dipertanyakan (7 menit yang lalu) • Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (8 jam yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (10 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (17 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (17 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (19 jam yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (20 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (22 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (1 hari yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (1 hari yang lalu)
INFODESA 24 Januari 2023, 18:39 WIB 2,654 PDF

Gubernur Dorong Bumdes Tingkatkan Perekonomian Di Sekitar Wadas

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Gubernur Dorong Bumdes Tingkatkan Perekonomian Di Sekitar Wadas
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PURWOREJO, INFODESANEWS – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sido Makmur Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, studi banding ke empat BUMDes di Yogyakarta. Langkah ini mengawali era baru warga Wadas untuk mengupayakan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan mereka.

Kepala Desa Wadas, Fahri Setianto menyampaikan, bahwa upaya studi banding tersebut, tidak lepas dari dorongan Gubernur Jawa Tengah. Selain dengan  mendorong peningkatan kapasitas pengurus kelembagaan BUMDes, Gubernur juga memberi bantuan permodalan.

Fahri juga menambahkan, bahwa proyek strategis nasional akan membawa perubahan besar bagi desanya. Perubahan bukan hanya pada lanskap saja, tetapi juga ekonomi, dan sosial budayanya. Oleh karena itu, pihaknya akan berusaha meminimalisir dampak negatif perubahan tersebut dan memperbesar dampak positifnya.

“Dampak positifnya dalam hal ini adalah harus bisa jadi alat kesejahteraan warga Desa Wadas. Untuk itu, kami butuh belajar dari wilayah lain yang sudah sukses,” ucapnya.

Sementara Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Purworejo, Andri Kristanto menyampaikan, situasi dan kondisi di Desa Wadas kian kondusif. Pengukuran lahan tahap tiga sudah mulai dilakukan. Dari target 617 bidang, kini tinggal 8 bidang saja.

“Hal ini tercapai karena pendekatan dialogis dan langsung pada titik masalah yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Tak kurang sudah 5 kali terjadi dialog antara Pak Gubernur dengan kelompok warga,” tuturnya. Saat ini tinggal 8 bidang yang masih tersisa. Pendekatan terus dilakukan, namun dipastikan tidak ada pemaksan. “Kami pastikan tidak ada paksaan, tapi pendekatan masih terus kami lakukan,” tandasnya.

Mulai tanggal 21 hingga 22 Januari 2023, Direktur Bumdes Wadas, Fuad Rofik, bersama 13 pengurus lainnya mempelajari pengelolaan dan pengembangan Umbul Nglanggeran di Patuk Gunung Kidul, Tebing Breksi di Prambanan, Kebun Buah Mangunan serta BUMDes Panggung Lestari di Bantul. Mereka berusaha mencari tahu kunci keberhasilan BUMDes di desa-desa yang mereka datangi.

“Kami menyongsong kemajuan desa kami. Salah satunya dengan mengembangkan BUMDes,” ujar Direktur Bumdes Wadas.

Direktur Bumdes Wadas juga menyampaikankan, bahwa BUMDes adalah wadah usaha bagi masyarakat desa yang kepemilikan mayoritas warga setempat, diwakili oleh pemerintahan desa. Oleh karena itu, upaya peningkatan kesejahteraan warga terdampak akibat proyek penambangan batu andesit yang akan digunakan sebagai fondasi Bendungan Bener perlu dikawal oleh kelembagaan ekonomi desa, dalam hal ini BUMDes Sido Makmur.

Selain menjalankan fungsi usaha, BUMDes juga menjalankan fungsi sosial dan politik ketika berhadapan dengan proyek berskala besar. Ia mengungkapkan, saat berdialog dan negosiasi dengan Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta dari pihak BBWS Serayu-Opak, pihaknya meminta agar BUMDes dilibatkan dalam pelaksanaan sekaligus pengawasan. “Melalui BUMDes kami bisa terlibat dalam pengawasan penambangan batu andesit yang awalnya kami tolak,” ungkapnya.

Ke depan, pihaknya akan merancang master plan agrowisata pasca penambangan. Selain ada green belt, (bantaran hijau) nantinya juga akan ada embung di puncak bekas tambang. Rencananya lokasi tersebut akan dibuat wisata agro, dimana keberadaan embung tersebut juga dimanfaatkan untuk mengairi pertanian di sekitar lokasi.

Harapannya, keseriusan BUMDes tersebut berbanding lurus dengan perhatian sejumlah pihak terkait, terutama Gubernur Jawa Tengah. “Ini membuktikan kami serius. Pak Gubernur juga harus serius memberikan perhatian niat kami,” jelasnya.***Tim/Red.

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi