Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (5 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (11 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (19 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (21 jam yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (21 jam yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (21 jam yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (22 jam yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 18 Oktober 2017, 17:10 WIB 1,638 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

GP Ansor Semarang Jelaskan Kronologi Kasus Gus Nur

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

GP Ansor Semarang Jelaskan Kronologi Kasus Gus Nur
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com  – Tindakan yang dilakukan Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) Semarang sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku di kesatuan dan tidak melanggar hukum. Untuk meluruskan kabar viral dengan ini GP Ansor Semarang menyampaikan release terkait kronologi kejadian.

GP Ansor Semarang mendapatkan informasi adanya kegiatan “Galang Dana untuk Rohingya dalam Festival Muharram” yg akan diselenggarakan tanggal 15 Oktober 2017 di Masjid Al Hikmah Pedurungan Semarang dan Masjid At Taqwa Halmahera Semarang Timur yang menghadirkan Sugi Nur Raharja atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Gus Nur. Dalam catatan GP Ansor, Gus Nur dikenal melalui media sosial dengan konten bernuansa provokatif. Dari video2 yang banyak diunggah di berbagai media sosial, pria yg sekarang tinggal di Palu Sulawesi itu sering menyampaikan pernyataan yang menyinggung dan menjelek-jelekkan NU, Ansor/Banser, Pemerintah, juga TNI/Polri. Atas dasar tersebut GP Ansor Semarang segera bertindak, memantau kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan pertama, dilaksanakan di masjid Al Hikmah Pedurungan, Semarang. Ceramah yang dimulai pukul 12.15 WIB pada bagian awalnya Gus Nur berbicara dengan nada menggebu-gebu dan sempat mengatakan “BANSER NGGATHELI”. Selanjutnya ia memulai menyebar propaganda dengan membandingkan antara Banser, KOKAM dan HTI. Di tengah-tengah ceramah seorang panitia naik ke panggung dan berbisik padanya lalu dalam sekejap ia menurunkan intonasi ceramah dan menjadi lebih santun. Selanjutnya panitia mulai membatasi pertanyaan.

Malam harinya Kegiatan di Masjid At-Taqwa Halmahera, Semarang Timur dimulai pukul 20.00 hingga 22.15 WIB. Dalam acara ini tidak ada pernyataan sepanas seperti yang disampaikan di Pedurungan.
Seusai acara beberapa personil Banser mendatangi panitia untuk bertemu dengan pria yang biasa dipanggil Gus Nur tersebut. Beberapa personil Banser menemui Sugi Nur Raharja di mobilnya kemudian salah satu Banser masuk ke dalam mobilnya dan membawa menuju Polrestabes Semarang.

Sekitar pukul 23.00 WIB dilakukan mediasi atas statemennya pada siang hari dan beberapa statementnya yang diunggah ke berbagai media sosial. Dalam mediasi yang bersangkutan menyatakan permohonan maaf pada rekan Banser dan Banser menerima permohonan maaf dengan lapang dada. Sebagai sebuah janji untuk tidak mengulangi perbuatannya itu, permohonan maaf ditulis dalam bentuk surat pernyataan permohonan maaf bermaterai yang ditandatangan oleh Sugi Nur Raharja, GP Ansor Semarang yang diwakili oleh sekretaris Rahul Saiful Bahri dan Polrestabes Semarang.

Namun ternyata hasil mediasi tdk dipatuhi dg baik. Pada malam harinya (16/10/17) Sugi Nur Raharja mengunggah videonya di Semarang dengan caption yang memojokkan Banser. Dia juga memposting di akun “Gusnur Ngaji Bareng” status dan foto provokatif terhadap Banser. (Riff)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi