Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (2 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (2 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (4 jam yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (6 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (7 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (17 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (19 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (19 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (1 hari yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (1 hari yang lalu)
NASIONAL 24 September 2022, 14:25 WIB 2,539 PDF

Gelar Sidang Lapangan, Dugaan Kuat Ada Oknum BPN

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Gelar Sidang Lapangan, Dugaan Kuat Ada Oknum BPN
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BOGOR – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas IA Cibinong Kabupaten Bogor menggelar sidang lapangan terkait perkara gugatan pencatutan nama Ukat Sukatma oleh PT PAP, Sidang lapangan digelar secara langsung di lokasi objek perkara, Jum’at (23/09/2022).

“Sidang ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan objek sengketa di mana, letaknya di mana, kondisinya seperti apa, sehingga nantinya bisa menjadi bahan pertimbangan majelis dalam memberikan keputusan,” kata Hakim, memulai sidang yang terbuka untuk umum itu.

Majelis hakim meminta kepada kuasa hukum Ukat Sukatma sebagai penggugat dan tergugat, untuk menjelaskan pertanyaan tersebut sesuai dengan dokumen surat tanah yang mereka miliki.

“Saya tanyakan untuk penggugat dan tergugat 1,2,dan 3. Berapa luas tanah kalian, batasnya dari mana ke mana,” tanya hakim kepada para pihak penggugat dan tergugat yang mengikuti persidangan tersebut didampingi penasihat hukum beserta saksi masing-masing.

Dalam persidangan diketahui Ukat Sukatma selaku penggugat mengaku bahwa tanah yang akui oleh pihak PT PAP yang mencatut namanya adalah bukan tanah miliknya.

“Saya gak punya tanah disini pak Hakim, dan memang saya tidak merasa bahwa saya ada tanah disini,” ujar Ukat Sukatma.

Banyak yang mengawal terkait kasus ini dan menyoroti tentang Sertifikat yang dimiliki oleh PT PAP, mulai dari pencatutan nama Ukat Sukatma, pemalsuan tantlda tangan Ukat Sukatma sampai letak tanah dan batas-batas yang dari pihak PT PAP sendiri tidak tau letak dan batasnya.

Ketua Tim Investigasi Media Yudi A Pamudji S.H yang selalu mengawal kasus tersebut menilai, bahwa adanya dugaan kuat indikasi oknum-oknum mafia tanah yang bermain di dalam kasus tersebut.

“Saya menilai dalam kasus ini diduga kuat ada adanya mafia tanah mulai dari jaringan BPN sampai PT pap sendiri yang terlihat janggal dalam menunjukkan sertifikat,” ujarnya, Sabtu (24/09/2022).

Yudi juga menyoroti dari pihak BPN sendiri di dalam setiap sidang berlangsung tidak ada warkahnya, jadi hampir di setiap sidang dari pihak BPN sendiri tidak pernah menunjukkan atau membawa warkah atau sertifikat yang diperkarakan. Hanya bilang ada, tapi tidak pernah dibawa kepengadilan.

“Setiap di persidangan Saat ditanya oleh hakim ketua ke pihak BPN hanya selalu bilang ada warganya tapi tidak pernah menunjukkan ke dalam majelis hakim persidangan tersebut. Nah ini menjadi tanda tanya besar Ada apa di balik semua ini?” pungkas Yudi

Yudi juga menyoroti diduga kuat adanya pemalsuan surat karena itu akan melanggar pasar 263 KUHP tentang pemalsuan surat yang berbunyi . “Barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun”. tutur Yudi.(Eric/@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi