Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (7 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (14 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (22 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
PERISTIWA 20 Juli 2021, 11:56 WIB 1,141 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Gelar Aksi Tanpa Pemberitahuan, Kini 15 Orang Melanggar PPKM Diamankan Polisi

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Gelar Aksi Tanpa Pemberitahuan, Kini 15 Orang Melanggar PPKM Diamankan Polisi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

JAKARTA PUSAT,TV10Newsgroup.com – Melanggar PPKM Darurat dengan menggelar aksi unjuk rasa tanpa pemberitahuan, Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan 15 pengunjukrasa, di areal vital depan KFC Kilosari Menteng Jakarta Pusat.

Dalam puluhan massa mengatasnamakan HMI dan SEMMI itu sempat menutup jalan, dengan tuntutan menolak perpanjang PPKM Darurat, didepan Kantor Sekretariat Cilosari 17 Cikini, Menteng Jakarta Pusat, Senin 19 Juli 2021 siang.

Disinilah, para etugas sudah berusaha melakukan upaya persuasif dengan menghimbau dan berkordinasi agar masa tidak melanjutkan aksi karena selain melanggar PPKM Darurat juga tanpa memberitahuna izin unjuk rasa.” namun massa justru melempari petugas dengan batu dan kayu.

“Untuk sekelompok massa mengatasnamakan Jakarta bergerak bernama HMI Jakarta Timur  SEMMI Jakarta Pusat dan HMI Jakarta Pustara. Awalnya mereka bergerak di depan KFC kemudian menutup jalan,” kata Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Guntur M Torik saat diwawancarai awak media.

Selain itu, Guntur menegaskan bahwa pada masa PPKM Darurat, jelas bahwa kerumunan sangat dilarang, termasuk unjukrasa apalagi di lokasi lokasi objek vital negara. “Jadi tidak benar polisi menyerang sekretariatan, Saat ini kita sudah amakan 15 orang pengunjukrasa, untuk kita lakukan pemeriksaan.

Masih lanjut, Kabag Ops menjelaskan bahwa massa dengan penanggung jawab lapangan Ismail itu berkumpul mengatasnamakan Jakarta Bergerak (HMI Jakarta Timur, SEMMI Jakarta Pusat & HMI Jakarta Pustara), berjumlah sekitar 30 org.

Mereka menuntut menolak PPKM diseluruh Indonesia, dengan membawa Pengeras Suara (toa), tiga buah ban bekas (ban mobil 1 + ban motor 2), dan mengendarai motor. Massa juga berencana melakukan aksi unjukrasa ke depan Istana Negara Presiden.

Malah kita justru melakukan himbauan kepada massa  yang aksi untuk tidak melakukan unjukrasa disaat PPKM Darurat. namun tidak direspon baik oleh massa.” hal ini justru mengusir petugas dan hendak melawan perugas untuk berhadapan langsung, dari Sekretariat HMI Cilosari.

Sekitar Pukul 12.00 Wib, petugas Kepolisian kembali melakukan himbauan terkait PPKM Darurat dilarang melaksanakan giat unras.

Namun, Pukul 12.50 Wib, massa aksi selesai melaksanakan Rapat Internal dengan hasil bahwa mereka melakukan unras di depan KFC Cikini Raya. “Pukul 13.00 Wib, massa aksi masih berada di dalam halaman HMI Cilosari Menteng.

Kemudian Pukul 13.05 Wib, massa aksi start longmarch menuju KFC Cikini Menteng dan Pukul 13.10 Wib, massa aksi tiba di depan KFC Cikini menggelar aksi unjuk rasa, membawa bendera Merah Putih, bendera lembaga dan satu ban bekas mobil, dan spanduk bertuliskan Jakarta Bergerak. Tolak PPKM #Jokowi Gagal.

Dengan demikian, Pukul 13.15 Wib, Tim Ops Polres Metro Jakarta Pusat terus melakukan himbauan kepada  massa aksi namun tidak diindahkan. “Selanjutnya aksi massa kita bubarkan selanjutnya massa aksi dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Adapun Jumlah yang diamankan adalah 15 orang Melanggar PPKM, mengganggu ketertiban umum dan Sementara  warga yang hendak melaporkan peristiwa tersebut karena masa aksi masuk dalam kepekarangan rumah, kini ke 15 peserta aksi di amankan ke Polda Metro,”jelas Guntur .(@Shari)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PERISTIWA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi