Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (4 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (4 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (6 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (6 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (7 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (14 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (14 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Sinar Rejeki, Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Penghubung (14 jam yang lalu) • Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (22 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (1 hari yang lalu)
INFODESA 15 Juni 2020, 22:58 WIB 2,069 PDF

Ganjar Kirimkan Surat Khusus Tiga Daerah Masih Zona Merah

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ganjar Kirimkan Surat Khusus Tiga Daerah Masih Zona Merah
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SEMARANG, INFODESANEWS – Penanganan serius pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah terhadap wabah covid-19 mulai menunjukkan hasil. Hingga saat ini, tinggal tiga daerah di Jateng yang masuk kategori zona merah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Demak dan Kabupaten Magelang.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai rapat percepatan penanganan covid-19 di gedung A lantai 2 kantor Gubernur Jateng, Senin (15/6/2020). Rapat dihadiri sejumlah jajaran dinas terkait, rumah sakit serta tim ahli.

“Dari laporan dan analisis semuanya, hari ini tinggal Kota Semarang, Kabupaten Demak dan Kabupaten Magelang yang masih zona merah. Sementara lainnya sudah masuk zona kuning, bahkan Banyumas dan Wonosobo itu sudah cenderung hijau,” kata Ganjar.

Terhadap tiga daerah yang masih zona merah itu, Ganjar akan segera mengirimkan surat khusus. Surat diberikan agar kepala daerah di tiga wilayah itu semakin memperketat kegiatan masyarakatnya.

“Di tiga daerah itu saya minta berhati-hati betul, tolong kegiatan semuanya diketatkan lagi, kalau ada kegiatan masyarakat yang berkerumun, tolong dilarang. Nanti saya akan kirim surat agar pembatasannya lebih ketat,” tegasnya.

Ganjar menerangkan, surat itu penting karena dirinya melihat masyarakat masih banyak yang tidak memperdulikan protokol kesehatan. Sementara itu untuk daerah lain yang sudah kuning, Ganjar juga meminta semuanya tetap berhati-hati. Sebab tidak menutup kemungkinan, penyebaran virus covid-19 akan kembali terjadi.

Untuk itu, ia meminta seluruh Bupati/Wali Kota di Jateng melakukan persiapan-persiapan dan melakukan penataan khususnya di tempat publik. Pasar-pasar tradisional harus ditata agar penularan tidak terjadi.

“Saya minta seluruh pasar tradisional di Jateng ditata. Kalau perlu ditutup selama tiga hari untuk kemudian ditata jaraknya. Saya minta juga ada petugas yang berjaga agar pedagang dan pembeli semuanya aman,” ucapnya.

Ganjar juga meminta seluruh Bupati/Wali Kota untuk meningkatkan tracing penyebaran covid-19. Pencarian potensi penyebaran dengan survilance harus diperbanyak, agar diketahui seberapa besar yang tertular.

“Saya minta laboratorium juga meningkatkan kapasitasnya. Kalau biasanya hasil lab tiga hari jadi, saya minta sehari selesai. Saya minta semua lab on selama 24 jam untuk keperluan ini,” tutupnya.

Sementara itu, Tim Ahli Gugus Tugas covid-19 Jateng, Anung Sugihanto mengatakan, beberapa daerah di Jateng memang menunjukkan posisi landai. Beberapa sudah masuk zona hijau, sementara lainnya masuk zona kuning.

“Namun semua harus hati-hati, tidak perlu cepat-cepat mengambil kebijakan normal baru. Sebab, tidak menutup kemungkinan potensi wabah covid-19 kembali terjadi. Seperti Kebumen kemarin itu menurut kami terlalu dini, sebab dari data saat ini, kasus PDP di daerah itu justru meningkat,” ucap Anung.(***)

Sumber ; https://humas.jatengprov.go.id/detail_berita_gubernur?id=4366

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi