Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (10 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (17 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
NASIONAL 19 Maret 2026, 20:43 WIB 1,610 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Empat Hari, Empat Keyakinan: Indahnya Toleransi di Bumi Nusantara

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Empat Hari, Empat Keyakinan: Indahnya Toleransi di Bumi Nusantara
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

INFODESANEWS – Pemandangan harmonis tercipta di tengah masyarakat saat perbedaan keyakinan berjalan beriringan dalam suasana damai dan saling menghormati.

Dalam rentang empat hari berturut-turut, nilai toleransi benar-benar terasa hidup.
Pada hari Kamis, umat Hindu menjalankan perayaan Hari Raya Nyepi dengan khidmat.

Suasana hening menyelimuti, menjadi simbol refleksi diri dan penyucian batin. Aktivitas masyarakat pun menyesuaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat yang menjalankan ibadah.

Memasuki hari Jumat, umat Islam dari kalangan Muhammadiyah melaksanakan Salat Idul Fitri lebih awal. Dengan penuh kekhusyukan, gema takbir menggema, menandai kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.

Kemudian pada hari Sabtu, giliran umat Islam dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) merayakan Idul Fitri. Perbedaan waktu pelaksanaan tak menjadi sekat, justru memperlihatkan kedewasaan dalam beragama serta kuatnya rasa persaudaraan.

Tak berhenti di situ, pada hari Minggu, umat Kristiani melaksanakan ibadah di gereja dengan damai. Lantunan doa dan pujian menambah nuansa spiritual yang menyejukkan di tengah keberagaman.

Rangkaian empat hari ini menjadi potret nyata bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi.

Masyarakat menunjukkan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan dalam sikap saling menghormati dan menjaga keharmonisan.

“Ini adalah wajah Indonesia yang sesungguhnya. Berbeda, namun tetap satu. Setiap umat menjalankan ibadahnya dengan tenang karena adanya rasa saling menghargai,” ujar salah satu tokoh masyarakat, Kamis (19/3/2026)

Momentum ini menjadi pengingat bahwa kerukunan antarumat beragama harus terus dijaga. Di tengah berbagai perbedaan, persatuan tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.

Empat hari, empat keyakinan, satu pesan: Indonesia indah karena perbedaan. (Penulis redaksi infodesanews.com)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi