Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (4 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (4 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (9 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu)
INFODESA 17 Juli 2019, 14:57 WIB 1,892 PDF

Emah Warga Desa Banjarsuri Butuh Donasi Dan Uluran Tangan Para Dermawan

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Emah Warga Desa Banjarsuri Butuh Donasi Dan Uluran Tangan Para Dermawan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Selama kurang lebih 6 tahun, Emah (50) warga Dusun Trep Desa Banjarsuri Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, melawan penyakit yang telah menggerogoti tubuhnya

Selama berjuang melawan penyakit yang diderita hingga kini masih belum diketahui jenis penyakit yang diidapnya, Emah hanya mampu berbaring dengan beralaskan tikar lusuh dan obat-obatan warung akibat keterbatasan biaya sehingga tubuhnya terlihat mulai habis, hanya tinggal kulit dan tulang saja.

Emah sendiri merupakan salah satu keluarga kurang mampu, Ia bersama suami dengan pekerjaan sebagai penyadap Kelapa yang tinggal di sebuah gubuk yang masih beralaskan tanah dan berdindingkan geribik bambu.

Menurut Kadus setempat Ahmad, sekitar kurang lebih hampir satu tahun lalu pihak Kesehatan dan Camat Sidomulyo mengunjungi dan menawarkan pengobatan secara gratis untuk di lakukan perawatan secara intensif.

“Namun pihak keluarga menolak, untuk di rawat di Rumah Sakit, dengan alasan keluarga tidak ada biaya hidup selama perawatan di rumah sakit. “kata dia pada Infodesanews.com. Rabu (17/7/2019)

Sementara itu Antoni Imam.SE. mengatakan bahwa ini semua perlu adanya peran aktif dari semua pihak terlebih aparatur Desa dan masyarakat untuk lebih peduli dengan keadaan sekitar, terkait Kesehatan.

“Saya berharap untuk pihak kesehatan melalui layanan Puskesdes yang ada Didesa Desa dapat melakukan patroli kesehatan agar lebih cepat tanggap untuk berkoordinasi dan penanganan kesehatan,”ujar anggota DPRD Provinsi Lampung Dari Fraksi PKS itu saat mengunjungi di kediaman Emah. Rabu (17/7/2019)

Imam menambahkan bahwa telah berkoordinasi dengan pihak Desa dan UPT Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sidomulyo untuk melakukan penanganan agar di lakukan perawatan.
” Tinggal nunggu keputusan pihak keluarga, Tapi akan saya upayakan agar pihak keluarga menerima tawaran ini, karena sipenderita sudah mau dirawat, bahkan meminta untuk di Amputasi,

“Pak talong Potong Kaki Saya ,Ini dikit lagi Putus” itu ucapan Buk Emah yang pertama saya dengar saat saya kunjungi,”Harapnya. (Sg)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi