Kamis, 1 Oktober 2026
TERKINI
• Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Blora, 13 Siswa SDN 1 Tutup Alami Keluhan (52 menit yang lalu) • Polres Blora Bongkar 5 Kasus Narkoba, 8 Tersangka Diamankan (5 jam yang lalu) • 63 Prajurit Kodim 0721/Blora Naik Pangkat, Dandim Tekankan Tanggung Jawab Lebih Besar (7 jam yang lalu) • Revitalisasi KB Aisyiyah Dologan: Bangunan Baru, Semangat Baru untuk Anak Usia Dini (8 jam yang lalu) • Teguhkan Nilai-Nilai Pancasila Danramil Tenggarong Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (9 jam yang lalu) • Pancasila Dikumandangkan, Keadilan Dipertanyakan (11 jam yang lalu) • Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (19 jam yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (22 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (1 hari yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (1 hari yang lalu)
NASIONAL Blora 01 Oktober 2026, 18:39 WIB 53 PDF

Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Blora, 13 Siswa SDN 1 Tutup Alami Keluhan

Kabiro Blora
Oleh: Sahid Simon • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Blora, 13 Siswa SDN 1 Tutup Alami Keluhan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Sahid Simon

BLORA, INFODESANEWS – Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Blora, Kamis (1/10/2026). Kali ini, sejumlah siswa SDN 1 Tutup, Kecamatan Tunjungan, mengalami keluhan setelah menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tutup di bawah naungan Yayasan Pelita Gizi Makmur.

Kepala SDN 1 Tutup, Mustofa Kamal Riyanto, mengatakan kejadian mulai diketahui sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, seorang guru kelas 2 melaporkan adanya siswa yang mengalami sakit perut, pusing, dan muntah.

"Pertama muncul sekitar 09.30, Bu Guru kelas 2 lapor kepada saya kaitannya ada yang sakit perut, pusing, muntah. Kemudian ditangani Bu Guru dengan pertolongan pertama menggunakan minyak kayu putih," ujar Kamal.

Setelah kondisi tersebut diketahui, guru meminta siswa yang mengalami keluhan untuk dipulangkan. Pihak sekolah juga langsung menghubungi SPPG untuk meminta penanganan.

"Saya chat WhatsApp ke kepala SPPG, karena tidak segera dibalas akhirnya kami telepon, mohon untuk segera ditangani," jelasnya.

Namun, Kamal menyebut pihak yang datang ke sekolah pertama kali justru dari SPPG Tutup, sehingga ia mempertanyakan mengapa tidak langsung melibatkan tenaga kesehatan.

"Setelah datang saya bertanya, kenapa yang datang dari pihak SPPG bukan dari tim kesehatan. Kemudian dia baru telepon ke puskesmas," ujarnya.

Foto Berita

Tidak lama kemudian, petugas puskesmas datang ke sekolah. Petugas kepolisian dari Polsek serta personel Koramil juga turut datang untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan.

Sebanyak 13 siswa dari kelas 1 hingga kelas 4 SDN 1 Tutup kemudian diperiksa. Para siswa tersebut merupakan penerima program MBG yang makanan didistribusikan dari SPPG Yayasan Pelita Gizi Makmur Tutup.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, mendatangi SDN 1 Tutup untuk melakukan proses penyelidikan. Pihaknya mengamankan sisa muntahan siswa yang ada di depan kelas, sementara muntahan lainnya terjadi di toilet sekolah sehingga langsung disiram.

"Masih dalam proses penyelidikan," kata Zaenul.

Di tempat SPPG Tutup, Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora, Tutik Rahayu, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan ke SPPG. Petugas menggali sejumlah informasi terkait proses pengolahan dan pendistribusian makanan, mulai dari waktu makanan dimasak hingga proses pengiriman ke penerima.

"Kita tadi menanyakan terkait dengan kapan masaknya dan matangnya jam berapa, terus distributornya siapa, kemudian datangnya jam berapa," jelas Tutik.

Petugas kemudian mendatangi langsung lokasi SPPG Yayasan Pelita Gizi Makmur Tutup untuk memeriksa kondisi tempat pengolahan makanan.

"Dari pemeriksaan awal, ternyata ada banyak dindingnya yang bolong," ungkapnya.

Meski demikian, Tutik menyatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab munculnya keluhan pada siswa. Pemeriksaan masih dilakukan, termasuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang berkaitan dengan makanan tersebut.

"Kami belum bisa menyampaikan sepenuhnya karena masih proses pemeriksaan laboratorium," pungkasnya.**Red

Oleh: Sahid Simon Editor: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #Blora #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi