Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (8 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (9 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (9 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (15 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (15 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (17 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (17 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (17 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (1 hari yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (1 hari yang lalu)
NASIONAL 29 Desember 2022, 18:50 WIB 2,510 PDF

Dorong Tingkatkan Pengarsipan, Gubernur Optimis Jawa Tengah Bisa Warnai Peradaban Dunia

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dorong Tingkatkan Pengarsipan, Gubernur Optimis Jawa Tengah Bisa Warnai Peradaban Dunia
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SEMARANG, INFODESANEWS – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyakini dengan pengarsipan yang baik terhadap dokumen-dokumen bersejarah, Indonesia bisa memengaruhi dunia. Pernyataan ini disampaikan saat Gubernur menerima Kepala Arsip Nasional RI (ANRI), Imam Gunarto di rumah dinasnya, Kamis (29/12) untuk menyerahkan sertifikat pengakuan Unesco pada kearsipan Pusat Rehabilitasi Centrum (RC) Dr. Soeharso.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengisahkan tentang awal mula berdirinya rumah sakit yang sekarang dikenal sebagai Rumah Sakit Ortopedi Dr. Soeharso tersebut. Gubernur mengatakan, keberadaan RC bermula dari keprihatinan dokter Soeharso dengan banyaknya korban luka bahkan hingga cacat permanen di pasca perang kemerdekaan. Akibat perang, banyak korban luka, bahkan menderita cacat.

Sebelum adanya RC yang dirintis Soeharso, bantuan yang diterima penderita cacat sama dengan mereka yang mengalami luka biasa. Padahal penderinta cacat punya persoalan lebih dan butuh bantuan berbeda dibandingkan mereka yang terluka. Keberadaan RC pun memberi harapan hidup baru bagi penderita cacat, karena tidak hanya penanganan dari sisi medis, namun juga harapan agar mereka kembali hidup normal di tengah masyarakat.

Pengakuan Unisco pada keberhasilan RC Soeharso, menurut Gubernur, tidak lepas dari pengarsipan yang baik oleh rumah sakit tersebut. Berbekal pengarsipan yang baik tersebut, RC Soeharso dapat menunjukkan pada dunia bukti-bukti kegiatan mereka yang sarat nilai kemanusiaan, pengetahuan, lingkungan, dan lain sebagainya.

Keberhasilan RS Soeharso tersebut diharapkan mampu menginspirasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan untuk mulai mengumpulkan dan memelihara cerita, sejarah, dan nilai dari budaya hingga tokoh di Jawa Tengah dengan lebih baik lagi.

“Kita masih punya (lainnya). Kalau bicara keris, bisa kita (minta) orang bikin keris terus kemudian kita dokumentasikan, orang bikin batik kita dokumentasikan, atau (sejarah) Kartini,” ucap Gubernur mengusulkan.

Mengenai Kartini, Gubernur menceritakan, saar berkunjung ke sebuah museum di Belanda dirinya bahkan melihat sebuah ruangan khusus yang didedikasikan untuk RA Kartini. “Kartini menuliskan buku legend, Habis Gelap Terbitlah Terang. Itu emansipasi dan kelasnya dunia,” kata Gubernur.

Begitu besar kesan masyarakat luar negeri pada perjuangan emansipasi Kartini, karena itu Gubernur mendorong agar cerita ketokohan Kartini diarsipkan dengan baik. Jika sudah diarsipkan dengan baik lalu disampaikan pada Unesco, tentunya cerita mengenai semangat emansipasi yang digelorakan Kartini tidak hanya akan menginspirasi perempuan Indonesia, namun juga dunia.

“Ada banyak sejarah yang tidak boleh hilang dan manusia harus tahu karena ini perjalanan peradaban manusia,” ujarnya.

Sementara Imam menjelaskan, kearsipan Pusat Rehabilitasi Centrum Dr. Soeharso dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jawa Tengah mendapat vote dari 25 negara. Kepala ANRI mengatakan, nilai kemanusiaan menjadi alasan dari 25 negara tersebut memilih kearsipan dari Jawa Tengah.

Menurutnya, nilai arsip Soeharso itu memanusiakan manusia yang cacat akibat perang. Mereka yang cacat bisa kembali bergairah menjalani hidup lebih baik. “Ini pertama dari Jawa Tengah sendiri. Ini betul-betul perjuangan teman-teman kearsipan Jawa Tengah di bawah pimpinan Pak Gubernur bisa memperoleh pengakuan Unesco untuk arsip Rehabilitasi Centrum Dr. Soeharso,” jelas Imam.

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi