Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (6 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal (7 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (8 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (13 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (13 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (15 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (15 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (16 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (23 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (23 jam yang lalu)
INFODESA 19 Juni 2023, 21:09 WIB 2,589 PDF

Dongkrak Hasil Padi Sawah Pemdes Sinar Pasemah Luncurkan Inovasi Baru Program Ili-Ili

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dongkrak Hasil Padi Sawah Pemdes Sinar Pasemah Luncurkan Inovasi Baru Program Ili-Ili
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

LAMPUNG SELATAN,INFODESANEWS —  Bicara ili-ili mungkin sebagian dari masyarakat perkotaan di Lampung Selatan kurang begitu familiar di telinga.

Namun, bagi para petani di Kecamatan Candipuro Desa sinar Pasemah kata Ili – Ili sangatlah akrab. Menurut KBBI, kata ili – ili bermakna bagi orang yang mengalirkan air, atau juga biasa disebut, perangkat desa yang bertugas mengatur air dari sungai ke lokasi lahan persawahan.

Kali ini, kita akan beranjak ke sebuah desa yang menjadi salah satu sentra produksi pertanian padi di kawasan Sungai Way Sekampung di Desa Sinar Pasemah Kecamatan Candipuro kabupaten Lampung Selatan.

Desa Sinar Pasemah dihuni oleh penduduk kurang lebih sekitar 1200 Kepala Keluarga, dan dipimpin oleh seorang Kepala Desa, yang masih muda Hadi Mustofa namanya.

Potensi hamparan lahan pertaniannya padi sangatlah luas, hingga mencapai 450 hektar. Dan, merupakan salah satu desa lumbung padi di Lampung Selatan.

Pada tahun 2022 lalu, Pemerintah melalui jalur aspirasi yang diusung oleh anggota Komisi IV DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan Sudin, SE, menggelontorkan bantuan kepada Kelompok Tani (Poktan) di desa Sinar Pasemah tersebut.

Diantaranya berupa Alat Mesin Pertanian (Alsintan), yakni 5 unit mesin pompa air, 5 unit hand traktor roda 2 dan hairdryer 12 unit.

Langkah pemerintah tersebut, muaranya, untuk mendorong peningkatan kesejahteraan para petani, dengan menggenjot hasil produksi pertanian, melalui optimalisasi lahan dan pengairan sawah.

Disamping, dalam rangka mewujudkan peningkatan indeks pertanaman (ip) hingga 300 persen, atau dalam satu tahun 3 kali panen di lahan pertanian sistem tadah hujan, yang notabene hanya 2 kali panen dalam satu tahun.

Mengingat hal tersebut, melalui tangan dinginnya, Mas Tofa pangilan akrab Kepala Desa Sinar Pasemah itu, baru baru ini telah menjalin kerjasama antara Pemdes Sinar Pasemah bersama pengurus poktan.

Dan telah mencetuskan sebuah program inovasi di bidang pertanian di desa Sinar Pasemah yang diberi nama program optimalisasi lahan dan pengairan (program ili – ili). Yang mana, hasil pengelolaan akan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa (PADesa).

Program inovasi ili-ili, merupakan program sistem jaringan pengairan air dari sungai way sekampung ke sawah. Dimana, air dari jaringan primer (Way Sekampung) dinaikan menggunakan mesin pompa air, dan di tampung ke bak penampungan.

Yang, Selanjutnya di alirkan ke sawah sawah milik para warga, melalui jaringan skunder menggunakan pipa atau sejenisnya.

Menurut salah seorang petani penggarap di Desa Sinar Pasemah Turiman(45). Keberadaan program ili – ili sangat bermanfaat, utamanya dalam menyokong aktivitas usaha tani padi di lahan tadah hujan milik mereka.

Dia menyebut, program ili-ili diklaim mampu memangkas tingginya biaya persiapan lahan hingga pengairan pertanian setiap musim tanam. Terlebih saat menghadapi musim gadu.

Umumnya kata Turiman, setiap musim, para petani melakukan pengairan sampai panen hingga 5 sampai 6 kali. Dengan merogoh kocek 750 – 900 ribu rupiah. Dengan estimasi biaya, 50-60 ribu rupiah untuk bahan bakar minyak mesin pompa, dan 100 ribu rupiah ongkos tenaga, setiap kali pengairan untuk seperempat lahan.

“Iuran ili-ili yang dikelola oleh desa, setiap musim tanam lebih ringan dibanding melakukan pengairan sendiri,” Ucap Turiman, kepada Infodesa News com, Senin (19/6/2023), saat Pak Turiman membenahi Alat Hand Traktor milikinya untuk dibawa pulang selesai mengelola lahan garapannya.

Suhada (35) Yang berdekatan sawah Turiman juga mengamini hal yang sama.

“Benar program ili-ili yang dikelola oleh desa memang sangat sangat membantu para petani dan sekaligus meringankan biaya pengairan sawah. Bila pengairan lancar dan tanaman normal, 1 hektar sawah mampu menghasilkan panen padi mencapai 8-9 ton,” ujarnya. Meskipun suhada sendiri mengaku, ia tidak menggunakan jasa.   (BB)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi