Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (5 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (6 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (11 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu)
INFODESA 16 Januari 2024, 11:30 WIB 1,792 PDF

Dinas PMD Gelar Rakor Evaluasi dan Proyeksi Perkembangan Desa Wisata

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dinas PMD Gelar Rakor Evaluasi dan Proyeksi Perkembangan Desa Wisata
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

LAMPUNG SELATAN, INFODESNEWS — Sudah tidak dapat dibantah lagi, kalau Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi wisata, yang diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, desa dan di daerah.

Hal ini dapat dilihat dari hasil kunjungan wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin. Sedikitnya, ada 30.000 pengunjung yang mendatangi lokasi-lokasi desa wisata, binaan Pemkab Lampung Selatan.

Hal ini, tentunya berdampak positif bagi masyarakat setempat. Dan yang paling penting, lokasi-lokasi wisata tersebut saat ini kian tersohor.

Dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) bersama pihak-pihak terkait, Senin 15 Januari 2024, terungkap bahwa, pada tahun 2023 melalui SK bupati Nomor 576/IV.13/HK/2023 tanggal 14 Agustus 2023, tentang penetapan desa wisata, ditetapkan bahwa Kabupaten Lampung Selatan memiliki 50 desa wisata.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Lampung Selatan Erdiyansyah mengatakan rakor sebagai sarana evaluasi dan proyeksi perkembangan desa wisata yang ada di kabupaten Lampung Selatan sejak tahun 2021.

“Perkembangan desa wisata mengalami peningkatan signifikan dari 8 desa wisata yang ditetapkan pada tahun 2022 menjadi 20 Desa Wisata, pada tahun 2023 meningkat menjadi 50 Desa Wisata,” kata dia dalam keterangannya saat rakor di Aula kantor setempat.

Dijelaskan ada tiga klasifikasi desa wisata. Dimana terdapat 5 desa wisata maju yang terdiri dari Klawi, Suak, Waykalam, Kecapi dan Tamanbaru. Lalu, 26 desa wisata berkembang diantaranya Kunjir, Srikaton, Sukaraja, Sumurkumbang, Waymuli dan sebagainya. Terakhir, 19 desa wisata rintisan mencakup Leguni, Guring, Penengahan, Banjarmasin dan sebagainya.

“Kita ingin terus mengembangkan ini. Makanya, kita mengundang narasumber dari Tenaga Ahli Pendamping Desa Ali citra dan Suhadi ST serta Project Officer Paluma Nusantara Nanang Prihantono,” tegasnya.

Erdiyansyah menambahkan, salah satu poin penting yang ikut dibahas dalam rakor tersebut yakni, sesuai arahan bupati Nanang Ermanto bahwa penggalian potensi wisata harus terus dilakukan. Mengingat, sesuai Permendes No 7 tahun 2023, bahwa desa wisata menjadi prioritas utama desa untuk penuntasan kemiskinan ektrim, ketahanan oangan dan penuntasan stunting.

“Kabupaten Lampung Selatan ini memiliki potensi wisata luarbiasa serta aksebilitas 6 Exit Tol, bandara dan pelabuhan laut. Diitambah lagi dengan adanya Bakauheni Harbour City. Tentu ini dapat menjadi pemicu bagi desa untuk mengambil keuntungan dari posisi strategis tersebut untuk mendapatkan pendapatan desa,” kata Dia.

Untuk itu, pihaknya berharap di tahun 2024 semua destinasi desa wisata dapat lebih mengembangkan kapasitasnya yang sudah maju meningkatkan pelayanan dan tambahan atraksi dan senibudaya, terutama bagi penyediaan homestay, kuliner dan oleh-oleh.

Sedangkan untuk desa wisata berkembang terus lakukan penambahan sarana prasarana seperti aula, gazebo, tempat ibadah. Dan, bagi desa wisata rintisan dapat memperbaiki akses jalan, papan oetunjuk dan keamana.

“Untuk semua desa, kami meminta pastikan kalau lokasi wisata kalian sudah masuk dalam GoogleMaps, karena sekarang era-nya sudah era digital,” kata Dia.

“Kita juga ini, perlunya perdes untuk menjadi dasar hukum bagi desa wisata dalam pengambilan pendapatan desa, agar tidak bertentangan dengan aturan diatasnya. Dan, hal ini akan segera ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan pihak terkait agar perdes desa wisata dapat rerealisasi,” tandasnya. (Rls)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi