Kamis, 1 Oktober 2026
TERKINI
• Pancasila Dikumandangkan, Keadilan Dipertanyakan (1 jam yang lalu) • Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (9 jam yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (12 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (19 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (19 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (20 jam yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (22 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (23 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (1 hari yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (1 hari yang lalu)
NASIONAL 19 November 2021, 14:14 WIB 1,682 PDF

Diduga Aniaya Wartawan, Oknum Satpol PP Tana Toraja Dilaporkan ke Polisi

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Diduga Aniaya Wartawan, Oknum Satpol PP Tana Toraja Dilaporkan ke Polisi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

TORAJA SULSEL | Seorang Jurnalis Toraja Niel Bara’padang dari media Weekend Sulsel melaporkan Kabag Perundang-undangan Satpol PP Tana Toraja Agus Ap ke Polres Tana Toraja yang diduga melakukan kekerasan fisik, Kamis, 18 November 2021.

Menurut pengakuan Niel saat menceritakan kronologi kejadian, saat itu dirinya sedang meliput kegiatan organisasi dalam rangka pencarian dana. Berselang 30 menit, seorang lelaki datang menegur dengan nada tinggi memerintah untuk mematikan alat musik di salah satu stand penjual sarabba.

“Awalnya pak Agus mendatangi salah satu penjual sarabba dengan nada keras, dia bilang kasih diam itu musik, daripada saya cabut izin usahamu,” kata Niel.

Karena tidak menggunakan seragam Satpol PP dan dalam keadaan emosi, sebut Niel, ia menghampiri dan bertanya ‘Bapak darimana?’, dia jawab ‘Saya Satpol PP, kemudian Niel juga memperkenalkan dirinya ‘saya juga dari awak media, bisakah kita bicarakan baik-baik?’ ajak Niel.

“Kemudian pak Agus bilang sama saya ‘kalau kau dari wartawan, kau mau ancam saya?,” bentak Agus.

Niel menimpali ‘saya tidak mengancam Pak saya cuma bertanya’, kemudian Agus jawab dengan nada tinggi ‘saya tidak takut dengan wartawan’, Niel pun mengulangi perkataannya ‘saya bilang Pak bisaka kita bicara baik-baik jangan terlalu arogan’.

“Dia pun langsung menampar pelipis sebelah kiri saya dan mengatakan ‘apa kau bilang!’, dengan nada yang agak tinggi,” beber Niel.

Usai mengalami penganiayaan, Niel langsung menuju ke Polres Tana Toraja untuk melaporkan kejadian tersebut.

Setelah proses pelaporan selesai, Niel menuju ke RS Lakipadada untuk melakukan visum.

Sementara itu, Agus, Kabag Perundang-undangan Satpol PP Tana Toraja, yang diduga melakukan penganiayaan mengakui mendatangi dan menegur penjual di Tugu Peluru Makale karena suara musiknya dianggap mengganggu namun sempat menyangkal melakukan pemukulan.

“Saya memang mendatangi dan menegur penjual karena memutar musik keras-keras, Kalapas yang melapor ke saya. Memang sempat bersitegang namun saya tidak melakukan pemukulan,” ungkap Agus.

Meskipun Oknum Satpol PP ini tidak mengakui melakukan pemukulan namun korban mempunyai dua saksi yang membenarkan tindakan pemukulan tersebut.

Salah seorang saksi yang dikonfirmasi pasca kejadian membenarkan tindak pemukulan yang dilakukan oknum Satpol PP.

“Benar pak, dia menampar si Niel menggunakan tangan kanan, temanku juga yang perempuan jadi korban, didorong dua kali pas selesai menampar Niel,” ujar Ria.

Saksi lain yang juga menyaksikan pemukulan tersebut juga membenarkan dan ia juga mengaku sempat didorong oleh oknum tersebut saat mencoba melerai.

“Awalnya dia datang menanyakan pemilik jualan dan menegur kami dengan alasan kami memutar musik keras-keras. Tidak berselang lama Niel mendatangi Pak Satpol itu agar menegur secara beretika, namun Satpol tersebut tidak terima dan langsung menampar Niel. Saya juga sempat didorong dua kali karena melerai saat dia menampar teman saya,” ujar Nurlin.

Menurut pengakuan korban dan kedua saksi, Oknum Satpol PP yang diduga melakukan penganiayaan tersebut datang mengaku Satpol PP namun tidak mengenakan seragam. Datang seorang diri dengan mengendari mobil Dinas milik Satpol PP Tana Toraja.

Sementara itu Kasatpol PP Tana Toraja, Iwanto Siappa’, saat didatangi puluhan wartawan di ruangan kerjanya mengatakan telah akan melaporkan kejadian ini ke Sekda Tana Toraja untuk membicarakan perihal ini.

“Saya akan menghadap ke Pak Sekda untuk membicarakan soal ini karena ini adalah kewenangan Beliau,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan atas sikap arogansi yang dilakukan oleh bawahannya. Mewakili Kabag Perundang-undangan Satpol PP Tana Toraja ia mengucapkan permohonan maaf kepada para awak media.

“Saya sangat menyayangkan peristiwa ini dan selaku Kasat Pol PP, mewakili Pak Agus meminta maaf,” tandasnya.**Myd.

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi