Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (9 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (23 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 23 Mei 2026, 15:14 WIB 2,724 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Dibalik Raungan Mesin, Ekonomi Pedagang Kecil di Way Handak Expo Meningkat

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dibalik Raungan Mesin, Ekonomi Pedagang Kecil di Way Handak Expo Meningkat
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Di balik suara mesin yang meraung dan ban yang berdecit di lintasan Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026, ada cerita lain yang tak kalah menarik. Bukan tentang pembalap atau mobil-mobil bertenaga besar, melainkan tentang para pedagang kecil yang mendadak kebanjiran pembeli.

Sejak ajang balap drift nasional itu digelar di Lapangan Way Handak Expo, Lampung Selatan, Kalianda, denyut ekonomi di sekitar arena ikut meningkat.

Ribuan pengunjung yang datang untuk menyaksikan IDS Sumatra 2026 ternyata membawa berkah tersendiri bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mulai dari pedagang bakso, pecel, es minuman, hingga warung-warung kecil di sekitar venue.

Di sela ramainya penonton yang lalu-lalang, Malik, pedagang mie ayam bakso yang sehari-hari berjualan di depan Gedung Olahraga Way Handak (GWH), tampak sibuk melayani pembeli. Wajahnya terlihat semringah.

Baginya, IDS Sumatra 2026 bukan sekadar tontonan otomotif, melainkan harapan baru bagi para pedagang kecil seperti dirinya.

“Harapan kami, mudah-mudahan acara IDS ini ramai sehingga pengunjung juga bisa singgah ke tempat kami. Karena pedagang bukan hanya di dalam venue, tetapi juga ada yang berjualan di luar area acara. Semoga rezekinya bisa dirasakan bersama,” ujar Malik.

Tak jauh dari lokasi Malik, Eli, pedagang soto, pecel, dan minuman dingin di kantin GWH mengaku omzet dagangannya meningkat dibanding hari-hari biasa. Menurutnya, kehadiran ribuan penonton IDS membawa dampak langsung terhadap penjualan.

“Alhamdulillah pembeli jadi lebih ramai dari biasanya. Harapannya ke depan semakin banyak kegiatan di area GWH supaya kami para pedagang juga terus merasakan peningkatan penjualan,” kata Eli.

Cerita Malik dan Eli menjadi potret kecil dari efek domino yang dihadirkan IDS Sumatra 2026.

Ajang yang untuk pertama kalinya digelar di Pulau Sumatra ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi drift nasional, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal. Perputaran uang tidak hanya terjadi di dalam arena, melainkan menjalar hingga ke warung-warung kecil, transportasi lokal, penginapan, hingga destinasi wisata sekitar.

Momentum ini sekaligus membuka ruang promosi yang lebih luas bagi produk-produk lokal Lampung Selatan. Ribuan penonton dari berbagai daerah menjadi pasar potensial yang memperkenalkan wajah daerah, bukan hanya melalui sport tourism, tetapi juga melalui kuliner dan keramahan masyarakatnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memang menaruh harapan besar pada penyelenggaraan IDS Sumatra 2026.

Bagi pemerintah daerah, event ini bukan semata hiburan otomotif berskala nasional, melainkan strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor UMKM, kuliner, transportasi, hingga pariwisata.

Dan kini, harapan itu mulai terlihat nyata. Di tengah deru mesin dan asap ban yang mengepul, ada senyum para pedagang kecil yang pulang dengan penghasilan lebih baik dari biasanya.

Karena bagi mereka, IDS Sumatra 2026 bukan hanya soal siapa tercepat di lintasan, tetapi tentang bagaimana sebuah event besar bisa menghadirkan berkah yang benar-benar terasa hingga ke lapak-lapak sederhana di pinggir arena. (Rilis-Kmf)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi