Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (4 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
INFODESA 04 Maret 2018, 12:54 WIB 708 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Dewan adat tuntut pemimpin Bogor yang peduli Budaya

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dewan adat tuntut pemimpin Bogor yang peduli Budaya
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

 

Cibinong – Infodesanews- Dewan Adat Sunda Langgeng Wisesa (SLW) menyerukan 9 pasangan calon wali kota – wakil wali kota dan calon bupati – wakil bupati Bogor periode 2018-2023 agar menempatkan program pembangunan budaya Sunda sebagai prioritas bila terpilih menjadi pemimpin Bogor.

Demikian diutarakan Ketua Umum Dewan Adat Sunda Langgeng Wisesa, Ki Karyawan Fathurachman kepada wartawan di Bale Pakuan, Jl Rd Aspiya, Kelurahan Karadenan, Cibinong, Minggu (4/3).

“Kami menyerukan 9 pasangan calon wali kota – wakil wali kota dan calon bupati – wakil bupati Bogor agar memperhatikan budaya Sunda dalam merumuskan visi, misi dan program,” ujar Karyawan Faturahman.

Karyawan berharap, pasangan calon manapun yang kelak dipercaya warga Bogor untuk menjadi bupati maupun wali kota, agar memberikan sentuhan khusus pada bidang budaya.

“Kami mengajak siapapun paslon yang akan dipilih warga Bogor menjadi bupati dan wali kota pada Pilkada 27 Juni mendatang, agar menempatkan pembangunan budaya sebagai prioritas,” beber Wakil Bupati Bogor periode 2008-2013 ini.

Ketua Bidang IT, Humas dan Kerja Sama Antarlembaga SLW, Ahmad Fahir menambahkan, secara organisasi, rumah besar para insan seni dan budaya Sunda ini berprinsip netral dalam Pilkada. SLW menghargai apapun pilihan masyarakat Bogor.

Diharapkan semua paslon pemimpin Bogor dapat bekerja sama dengan SLW dalam merumuskan agenda besar pembangunan budaya Sunda ke depan.

Fahir mengutarakan, pada 2017, UNESCO sudah menetapkan Indonesia sebagai negara adidaya pada bidang budaya. Sedangkan Bogor merupakan akar dan ibu kandung peradaban Nusantara, yang memiliki 300 lebih situs cagar budaya.

“Kami berharap semua paslon bupati dan wali kota peduli budaya. Bogor merupakan situs penting peradaban Nusantara. Selama ribuan tahun Bogor menjadi ibukota Kerajaan Sunda, yang menjadi cikal bakal dari semua kerajaan di bumi Nusantara,” papar Fahir.

Pada Kamis malam Jumat (1/3) SLW menyelenggarakan pertemuan untuk menyusun agenda strategis pengembangan kerja sama dengan 9 paslon bupati dan wali kota Bogor.

Pertemuan yang dilangsungkan di Bale Pakuan, Cibinong, dihadiri Ketua Umum Dewan Adat SLW Ki Karyawan Fathurachman, Sekretaris Umum Ki Deden Sukmaaji, Pembina SLW, Rama Said, Ketua Bidang Seni dan Pagelaran, Ki Tjethep Thoriq, Ketua Bidang IT, Humas dan Kerja Sama Antarlembaga, Ahmad Fahir, dan Bendahara, Asep Sugandi.

Hadir pula sejumlah tokoh Sunda dari berbagai komunitas, yakni Bah Syarif Bastaman dari Baraya Kujang Pajajaran (BKP), penggagas kegiatan “Ngalokat Hulu Cai Cihaliwung”, Bah Gatut Susanta, Ki Ali Khan, Ki Romen dan puluhan pegiat budaya Sunda lainnya.

Ki Gatut Susanta, yang didaulat peserta rapat untuk menjadi ketua pelaksana diskusi publik dengan 9 paslon bupati dan wali kota Bogor mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan KPUD baik Kota maupun Kabupaten Bogor.

“Kegiatan diskusi publik akan digelar bulan April. Kami akan konsultasi dengan KPUD, untuk kerja sama dan menyesuaikan waktu kosong kampanye,” ungkap Gatut yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor.

Gatut mengajak agar semua komunitas seni budaya dan berbagai elemen masyarakat Bogor bersinergi dalam pelestarian budaya Sunda di bumi Prabu Siliwangi.

“Kami mengajak semua pihak guyub membumikan budaya Sunda, karena hakekatnya masyarakat adalah faktor terpenting pelestarian budaya,” kata Gatut.

Pada Minggu malam Senin (4/3) panitia yang dibentuk Dewan Adat SLW menggelar rapat koordinasi di Bale Pakuan, Cibinong. (*)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi