Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (10 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
NASIONAL 12 Agustus 2020, 15:28 WIB 2,456 PDF

Demi Pengunjuk Rasa Korban Banjir Bandang: Bupati Lutra Batalkan Semua Agenda, Menunggu 4 Jam Untuk Berdialog

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Demi Pengunjuk Rasa Korban Banjir Bandang: Bupati Lutra Batalkan Semua Agenda, Menunggu 4 Jam Untuk Berdialog
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SULSEL(LUTRA), INFODESANEWS | Setelah menunggu selama 4 jam, mulai pukul 10.00 Wita di Media Centre Penanganan Banjir Bandang yang berkedudukan di Aula I Lagaligo akhirnya dialog baru bisa dimulai pukul 14.00 Wita, sebab pengunjuk rasa Mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Korban Banjir Bandang, Selasa (11/8/2012).

Dalam dialog dengan pengunjuk rasa Bupati Luwu Utara (Lutra) Indah Putri Indriani didampingi Kepala Dinas (Kadis) PUPR Suaib Mansur, Kepala BPBD Muslim Muhtar, Kepala Dinas Sosial Besse Andi Pabeangi bersama jajaran tim teknis.

Dalam dialog itu, Bupati Indah menjawab semua tuntutan pengunjukrasa yakni, data rumah korban banjir, DTH, penanganan bencana banjir bandang terkhusus normalisasi sungai Masamba dan Radda, pemulihan ekonomi khususnya lahan pertanian yang terendam banjir lumpur dan pembangunan hunian tetap serta pembangunan tanggul permanen, biaya sewa rumah, proses penyaluran bantuan dan penggunaan dana tanggap darurat serta lainnya.

Sekadar diketahui Senin kemarin (10/8/2020), pengunjuk rasa Forum Masyarakat Korban Banjir Bandang Luwu Utara, DPRD menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), akhirnya kacau/ricuh dan tidak menghasilkan apa-apa.

Kericuhan itu karena pengunjukrasa hanya meminta pimpinan rapat dengar pendapat untuk menghadirkan Bupati Lutra Indah Putri Indriani, namun Karemuddin Wakil Ketua II DPRD Lutra menolak permintaan pengunjukrasa dan memukul meja dengan arogan, sehingga memicu situasi menjadi memanas dan terjadi kekacauan/kericuhan dalan ruangan paripurna DPRD Lutra.

“Demi kepentingan masyarakat, saya bersedia menunggu empat jam dan semua agenda hari ini saya batalkan demi adik-adik Mahasiswa yang mengatasnamakan forum masyarakat korban banjir bandang,” kata Bupati.

Koordinator lapangan, Hatta bersama pengunjukrasa lainnya mengatakan, kami merasa lega dan puas setelah keinginan warga korban bencana banjir bandang lumpur mendapat jawaban pasti Bupati Lutra.(yustus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi