Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (20 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (2 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
INFODESA 24 Desember 2018, 16:12 WIB 1,756 PDF

Cerita Seorang Nelayan Yang Selamat Dari Hantaman Tsunami

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~1 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Cerita Seorang Nelayan Yang Selamat Dari Hantaman Tsunami
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Selama 17 Jam 8 unit Perahu nelayan beserta 15 orang ABK yang terombang ambing di tengah laut akibat hantaman ombak setinggi 10 sampai 12 meter ahirnya selamat.

Menurut salah seorang korban yang selamat, ketika saya mau menepi, tiba-tiba melihat Gunung Anak Krakatau mengeluarkan lahar pijar dan di susul suara letusan 3 kali.

“Belum sampai ke tepi tiba-tiba datang ombak tinggi kurang lebih 10 hinga 12 meter dan menghantam saya yang sedang di perahu.”papar Puji (23) warga Dusun Kenali Desa Sukaraja Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan. Senin (24/12)

Selanjutnya saya berusaha untuk menepi bersama 7 orang teman dengan sisa tenaga yang kami miliki dengan mengunakan pelampung berupa kayu yang kami dapat dan bertahan mulai Jam 8 pagi hingga jam 12 siang, namun saya tidak tau kemana teman saya lainya.

“Setelah itu kami mencoba mencari pertolongan, “kebetulan saat itu ada kapal nelayan yang melintas dan berusaha untuk menolong kami ber 4 dan 11 teman saya lainya hingga saat ini kami tidak tau keberadaanya.”pungkas menceritakan pada Infodesanews.com. Senin (24/12)   (Sg/Slmt)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi