Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (3 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (2 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu)
NASIONAL 17 Januari 2020, 21:14 WIB 2,696 PDF

Cegah Penyebaran DBD PRI Sidomulyo Cepat Tanggap

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Cegah Penyebaran DBD PRI Sidomulyo Cepat Tanggap
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Puskesmas Rawat Inap (PRI) Kecamatan Sidomulyo bergerak cepat melakukan pengasapan (fogging) di tiga desa di wilayah PRI setempat yang disinyalir daerah endemik demam berdarah dengue(DBD).

Kepala PRI Sidomulyo, Rocky Sihombing mengatakan, pihaknya langsung melakukan fogging setelah mendapatkan laporan dari warga.

“Setelah laporan masuk, kami langsung lakukan fogging sejak dua hari yang lalu,” ujarnya melalui rilis yang diterima tim Diskominfo Lamsel, Jumat (17/1/220).

Dia menjelaskan, upaya itu dilakukan guna mencegah penyebaran penyakit DBD meluas ke wilayah lainnya. Meskipun menurutnya, fogging tidak bisa memutus mata rantai nyamuk penyebar DBD, karena hanya membunuh nyamuk dewasa.

“Pelaksanaan fogging sudah dilakukan di rumah warga di Desa Budidaya, Sidodadi dan Sidorejo serta ruang kelas SMPN 1 Sidomulyo. Kita berharap ini bisa meminimalisir penyebaran DBD,” katanya.

Dia menambahkan, fogging dilakukan di beberapa rumah warga yang terserang DBD sampai dengan radius 100 meter, karena merupakan wilayah endemik penyebaran.

“Tidak hanya rumah warga yang dilaporkan terserang DBD, tetapi (fogging) juga dilakukan di sejumlah wilayah endemik,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, di wilayah Sidomulyo terdapat empat kasus warga yang positif terserang DBD. Yakni, satu warga Desa Budidaya, satu warga Desa Sidodadi dan dua warga Desa Sidorejo.

“Di Desa Sidorejo ada beberapa warga yang sakit dan di rawat yang diduga terserang DBD. Tetapi setelah hasil tes laboratorium keluar, ternyata mereka mengidap penyakit tipes (demam typhoid),” ungkapnya.

Adapun kata dia, aedes aegypti merupakan nyamuk pembawa virus dengue penyebab penyakit DBD yang muncul musiman, khususnya pada waktu musim penghujan.

Selain itu, agar terhindar dari berbagai macam penyakit, masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat, dimulai dari tempat tinggalnya hingga lingkungan sekitar dengan menerapkan 3 M+ Menguras, Menutup, Mengubur objek-objek yang mendukung siklus hidup nyamuk dan menggunakan obat anti nyamuk.

“Lingkungan harus bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit, seperti DBD dan penyakit lainnya,” pungkasnya. (rilis/kmf)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi