Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (5 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
NASIONAL 19 Januari 2020, 06:01 WIB 2,407 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Bupati Banyumas, Uji Coba Mesin Pencacah Sampah

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Bupati Banyumas, Uji Coba Mesin Pencacah Sampah
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin
BANYUMAS, INFODESANEWS  – Pemerintah Kabupaten Banyumas melakukan uji coba mesin pencacah dan pemilah sampah, Sabtu(18/1/2020) di halaman belakang rumah dinas Bupati Banyumas. Kegiatan tersebut sebagai upaya mengatasi masalah sampah, yang masih sering timbul di Kabupaten Banyumas. Mesin pencacah ini menghasilkan bubur sampah organik, Refuse Derived Fuel (RDF) atau plastik yang mudah terbakar dan residu. Proses pencacahan, sampah baik organik dan anorganik, dimasukan ke mesin pencacah, selanjutnya dimasukan ke mesin pemilah.
Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan alat yang digunakan terdiri dari dua mesin. Yakni mesin pertama merupakan pencacah sampah yang menghasilan sampah berukuran kurang lebih 5 CM. Kemudian dimasukan mesin kedua, sebagai mesin pemilah sampah, yang menghasilkan sampah organik berupa bubur, RDF dan residu.
“Hasil dari sampah mempunyai nilai ekonomi tinggi. Yakni bubur sampah organik bisa digunakan sebagai kompos, dan pakan maggot. Untuk RDF bisa digunakan sebagai bahan bakar pada industri semen. Bahkan sudah ada komitmen dua perusahan semen di Banyumas dan Cilacap, yang mau membeli RDF ini. Jadi semua jenis sampah bisa diolah, asalkan bukan logam. Alat ini saya rancang sendiri, dibuat di bekasi oleh teknisi disana. Dengan harga satunya Rp 33 juta,” kata Husein.
Bupati menambahkan. dalam sehari masyarakat Purwokerto, menghasilkan sampah sebanyak 90 truk rata-rata satu truknya memuat antara 3- 4 ton sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas Suyanto mengatakan alat ini diuji coba selama 30 hari. Dengan sampah yang diolah sekitar 1,5 ton. Nantinya jika hasilnya bagus, maka mesin tersebut akan ditempatkan di hanggar dan pusat daur ulang ( PDU).
“Kita akan melihat hasilnya seperti apa, termasuk kapasitas sampah yang diolah. Jika sudah selesai maka bisa dimanfaatkan masyarakat, melalui hanggar dan PDU,” jelas Suyanto.
Sebelumnya Bupati Banyumas Achmad Husein, telah memodifikasi mesin pembakar (tungku) pemusnah sampah. Mesin ini beberapa bulan telah diuji coba namun masih menunggu rekomendasi terkait gas emisi. Selain itu juga telah diuji coba, pengaspalan jalan dengan bahan campuran plastik.

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi