Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (23 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (2 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
INFODESA 04 Maret 2025, 14:56 WIB 507 PDF

BUMDes Sidosemi Kembangkan Ketahanan Pangan Bertahap, Fokus pada Ayam dan Lele

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

BUMDes Sidosemi Kembangkan Ketahanan Pangan Bertahap, Fokus pada Ayam dan Lele
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Peternakan ayam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidosemi terus berkembang dengan strategi investasi bertahap. Saat ini, ayam yang dibudidayakan masih berusia sekitar 20 minggu dan diperkirakan akan mencapai usia produktif dalam beberapa minggu ke depan.

Kepala Desa Wonosemi, Yanto menyampaikan, biaya operasional utama adalah pakan, di mana setiap ayam membutuhkan sekitar Rp200 per hari, sehingga dalam satu bulan, biaya pakan dapat mencapai Rp 5 juta. Selain itu, vaksin dan obat-obatan juga diperlukan untuk menjaga kesehatan ayam, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Dalam usaha ini, jumlah ayam yang dikelola mencapai 250 ekor, dengan total investasi awal sekitar Rp 40 juta, mencakup pembangunan kandang dan pengadaan pakan,” terang Kades Kepada wartawan, Selasa (4/2/2025)

Yanto menambahkan, menerapkan sistem manajemen terbuka, di mana ayam akan terus dipelihara hingga mencapai usia produktif. Jika kondisi cuaca kurang mendukung, sistem perlindungan tambahan seperti pemasangan jaring hitam di atas kandang dapat menjadi solusi untuk menghindari dampak cuaca buruk terhadap ternak.

“Dengan sistem pengelolaan yang terstruktur, dapat berkembang lebih lanjut, baik dalam produksi telur maupun ayam potong. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.

Lanjutnya, menurut perencanaan, produksi telur akan terus ditingkatkan jika hasilnya baik. Namun, jika produktivitas kurang memuaskan, peternak akan mengalihkan fokus ke ayam potong yang memiliki prospek pasar lebih stabil. Apalagi, di wilayah ini sudah tersedia fasilitas pemotongan ayam yang mempermudah distribusi.

“Selain ayam, sektor peternakan ikan lele juga menjadi prioritas. Saat ini, ketahanan pangan lokal bergantung pada kombinasi beberapa sektor, termasuk ayam petelur, ayam potong, dan ikan lele,” ungkapnya

Sementara itu, pengembangan sapi menghadapi kendala akibat wabah penyakit ternak yang mengganggu stabilitas pasar. BUMDes Sidosemi memutuskan untuk menunda pengembangan bibit pertanian hingga tahun 2025. Keputusan ini diambil agar fokus dapat diberikan pada sektor yang lebih menjanjikan dalam jangka pendek.*Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi