Jumat, 9 Oktober 2026
TERKINI
• BREAKING NEWS! ANAK KRAKATAU ERUPSI, KOLUM ABU 150 METER — RADIUS 2 KM HARUS DIHINDARI (1 jam yang lalu) • Pemkab Blora Minta Penjelasan Kementerian PU soal Progres Bendungan Cabean dan Karangnongko (2 jam yang lalu) • Babinsa Kahala Kawal Penyaluran BLT-DD, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran (5 jam yang lalu) • Wujudkan Generasi Muda yang Disiplin dan Berkarakter Babinsa Berikan Pembinaan Pada Pelajar (5 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Matangkan Persiapan TMMD Sengkuyung Tahap IV TA 2026 di Desa Pelem (6 jam yang lalu) • Kecamatan Sidomulyo Pringkat 3 di Volly Ball Bupati Cup 2026, Jatiangung dan Palas Pringkat 1 dan 2 (6 jam yang lalu) • SDN 3 Botoreco Terima Bantuan Revitalisasi Rp1,09 Miliar, Pembangunan Capai 79 Persen (8 jam yang lalu) • TK Pertiwi Kedungwungu Todanan Nikmati Hasil Pembangunan Revitalisasi (8 jam yang lalu) • Sonjaya Pimpin Musrenbangdes Anggaran Tahun 2027 Di Desa Margolestari (22 jam yang lalu) • Dukung Kebijakan Pajak Daerah,DPD KAMPUD Lampung Timur Hadiri Sosialisasi Dikantor Bapenda (1 hari yang lalu)
NASIONAL Lampung 09 Oktober 2026, 18:19 WIB 26 PDF

BREAKING NEWS! ANAK KRAKATAU ERUPSI, KOLUM ABU 150 METER — RADIUS 2 KM HARUS DIHINDARI

Sugeng
Oleh: Sugeng • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

BREAKING NEWS! ANAK KRAKATAU ERUPSI, KOLUM ABU 150 METER — RADIUS 2 KM HARUS DIHINDARI
Foto: (Dok grup WhatsApp media Krakatau Lamsel)

INFODESANEWS — Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Jumat (9/10/2026) sore. Letusan yang terjadi pukul 16.30 WIB itu memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 150 meter di atas puncak, dengan intensitas tebal dan arah sebaran menuju utara, timur laut, serta barat.

Informasi erupsi tersebut diterima Infodesanews melalui grup WhatsApp media pada Jumat (9/10/2026) pukul 17.05 WIB. Berdasarkan laporan MAGMA Indonesia, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level II (Waspada), dengan rekomendasi agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati kawasan gunung atau beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.

Berdasarkan laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu teramati berwarna kelabu, cokelat hingga hitam. Ketinggiannya mencapai sekitar 150 meter di atas puncak atau kurang lebih 307 meter di atas permukaan laut.

Aktivitas vulkanik tersebut juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 56 milimeter dan durasi erupsi sekitar 36 detik.

Status Waspada, Radius 2 Kilometer Harus Dihindari

Meski erupsi telah tercatat, status Gunung Anak Krakatau dalam laporan tersebut masih berada pada Level II (Waspada).

PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.

Rekomendasi ini menjadi perhatian bagi masyarakat dan pihak yang beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau dan perairan Selat Sunda. Kepatuhan terhadap batas aman serta arahan petugas menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko akibat aktivitas gunung api.

Masyarakat diimbau tetap memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

Pantau Informasi Resmi

Informasi erupsi bersumber dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG, dan Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau.

Perkembangan aktivitas gunung api dapat dipantau melalui:

MAGMA Indonesia: https://magma. esdm. go. id/v1/gunung-api/informasi-letusan

Media sosial PVMBG: https://linktr. ee/PVMBG

(Red)


Oleh: Sugeng
Foto: (Dok grup WhatsApp media Krakatau Lamsel)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #Lampung #infodesanews #kabarindonesia
Sugeng
Jurnalis Terverifikasi Pemimpin Redaksi / Kawil Lampung

Sugeng

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi