Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (15 menit yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (7 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (7 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Sinar Rejeki, Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Penghubung (7 jam yang lalu) • Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (15 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (18 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Sidoharjo, Mencapai Pajak Tertinggi Di Triwulan III (19 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Rejo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (19 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (22 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (1 hari yang lalu)
INFODESA 28 Agustus 2023, 08:46 WIB 2,497 PDF

BKSAP Usulkan Ada Museum Kayu Jati di Blora

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

BKSAP Usulkan Ada Museum Kayu Jati di Blora
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BLORA, INFODESANEWS – Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, diantaranya Dr. Fadli Zon, S.S,.M.Sc bersama dengan Ir. Ahmad Hafisz Tohir dan Putu Supadma Rudana, M.B.A, menyampaikan usulan agar Kabupaten Blora bisa memiliki Museum Jati.

Usulan itu muncul saat BKSAP menggelar Sosialisasi Diplomasi Parlemen BKSAP Day di Bappeda Blora, Sabtu (26/8/2023). Fadli Zon beserta tim juga menyatakan kagum bahwa Blora memiliki kekayaan budaya dan alam yang luar biasa.

Mengusung tema penguatan implementasi diplomasi parlemen melalui pengembangan potensi daerah, menurut Fadli, kunjungan BKSAP ke Kabupaten Blora dalam rangka koordinasi sosialisasi tentang diplomasi parlemen juga potensi budaya daerah dikaitkan dengan SDGs. Sekaligus menyerap aspirasi dari warga masyarakat, perguruan tinggi tokoh- tokoh budaya dan tokoh seniman.

“Sepanjang perjalanan kesini saya melihat luar biasa ternyata masih banyak pohon-pohon jati yang besar dan juga kerajinan akar jati tadi,” terang Fadli. Dikatakan, potensi budaya yang sangat dimiliki Blora sangatlah besar disamping kekayaan lainnya, ada jati minyak dan sebagainya. ” Ini merupakan kekayan alam dan budaya yang luar biasa,” tambahnya

Menurutnya, keberadaan Jati di Blora tak terlepas dengan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat Blora, khususnya budaya Samin. Untuk itu Ia ingin agar Blora bisa memiliki Museum Jati.

“Saya mengusulkan agar dibuat satu museum terbuka, museum alam jati untuk yang berumur itu. Agar dijadikan museum atau open air museum. Dengan demikian bisa terpelihara bisa menjadi kunjungan wisata bisa dikelola dengan baik termasuk edukasi dan literasi tentang jati,” papar Fadli Zon.

Senada dengan hal tersebut, Anggota BKSAP lainnya, Putu, mengatakan Blora memiliki aset hutan Jati yang nantinya bisa dikembangkan untuk menjadi sektor pariwisata. Ia juga mendorong agar potensi Jati ini nantinya bisa dikembangkan kedepannya.

“Jati itu sebetulnya ‘emas’. Jati yang saya dengar berusia 500 tahun juga ada. Jati ini Blora baru di titik menjadi supplier komoditas, belum memberikan nilai tambah. Tapi saya pikir linknya konsep kedepan dengan networking daerah serta pemahaman tentang pariwisata ecotourism, green tourism ini sangat bisa diangkat menjadi potensi luar biasa untuk Blora. Aset Blora ini hutan jati,” terang Putu

Putu yang juga Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia tersebut juga setuju dan berharap agar Blora bisa mempunyai museum Jati. Menurutnya, museum Jati yang mengenai filosofi kayu jati saat ini belum ada.

“Saya sangat setuju harus ada pengawalan, agar Jati ini dalam (menjadi) Museum, sehingga orang juga bisa melihat sejarahnya Blora itu kayu jati bagaimana bisa ada museum. Tidak perlu besar museumnya yang penting adalah lengkap narasinya,” imbuhnya

Sehingga, tambah Putu, orang datang ke Blora tidak hanya ambil akar dan komoditas jati, tapi mereka bisa mempelajari filosofisnya dan juga sejarah budaya Blora.

Putu menyatakan, pihaknya siap menyuarakan ke pusat kaitannya dengan pengembangan potensi kebudayaan di Kabupaten Blora. ‘’Saya hari ini bisa menyerap banyak potensi blora ini, saya berkomitmen untuk menyuarakan juga ini ke tingkat pusat,” pungkasnya

Mewakili Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP,M.Si, Sekretaris Daerah Kab. Blora Komang Irawadi, SE, M.Si menyambut baik kedatangan BKSAP DPR RI di Kabupaten Blora.

“Kami berharap dengan adanya audiensi ini, bisa lebih mengenalkan potensi yang ada di Kabupaten Blora. Kami juga berharap kepada Tim BKSAP DPR RI bisa menjadi penjembatan untuk mengenalkan potensi yang ada di Kabupaten Blora ini ke nasional maupun dunia internasional,” harap Sekda.

Sebelumnya, rombongan BKSAP turut menyaksikan pertunjukan Barongan. Nampak Fadli Zon beserta tim juga mengenakan ikat kepala udeng khas Samin yang dipakaikan oleh Sesepuh Sedulur Sikep Mbah Pramugi.

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi