Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (2 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal (3 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (3 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (9 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (9 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (11 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (11 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (11 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (19 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (19 jam yang lalu)
INFODESA 09 Juli 2020, 08:23 WIB 594 PDF

Bin, S. : “PKI = Ateis Tidak berTuhan”

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Bin, S. : “PKI = Ateis Tidak berTuhan”
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

KUDUS, INFODESANEWS – Majlis Manakib Nusantara sebagai komunitas gerakan selain memiliki Dimensi Teologi-Religius juga berdimensi sosiologis. Maka tidak membiarkan gejala dan perkembangan sosial keagamaan dilingkungannya terganggu. Dalam pada itu setelah mencermati Fakta sosial khususnya masalah Ideologi dan keterkaitannya dengan agama, maka dapat disimpulkan.

Pancasila sebagai Dasar Negara/NKRI, sedang dalam ancaman Komunisme.
Bahwa RUU HIP merupakan rancangan yang ditengarai menjadi ikhtiar politis untuk mereduksi Pancasila menjadi Tri Sila dan bahkan Eka Sila, hanya berupa sila “Gotong Royong”.

Atas dasar itu Majlis Manakib tidak bisa berpangku tangan, karena tanggung jawab sosial wajib menegakkan Kebenaran dan waspada terhadap musuh Pancasila yaitu dalam hal ini PKI. Agar tidak bangkit baik bentuk maupun isi ideologinya maka umat Islam serentak bergerak meminta Pemerintah (kabupaten Kudus maupun propinsi dan pusat) untuk ;
1. SIAGA bersama Umat Beragama utk menumpas PKI gaya baru.
2. Membatalkan (bukan sekedar menunda) pembahasan RUU HIP.
Dan atas dorongan dari komponen umat Islam di Kudus, Majlis Mendampingi Gerakan Anti Komunis Kudus untuk berseru dalam Aksi Bela Pancasila.
Adapun bentuk seruan Bela Pancasila Majlis menata dalam Bentuk : DOA BERSAMA dan ISTIGHOTSAH UNTUK KESELAMATAN BANGSA.
Hal itu juga telah di Audiensikan dengan Kapolres Kudus dan Plt. Bupati Kudus, HM. Hartopo, ST, MM, MH.
Acara akan digelar Hari Jumat , 10 Juli 2020, Jam 13.00 WIB, di Alon Alon Simpang Tujuh Kudus.
Audiensi dengan Plt. didampingi Ketua Alumni PII dan Ketua Alumni HMI serta Majlis Manakib Nusantara.

Demikian wawancara Infodesanews dengan Bin.s., Ketua Majlis Manakib Nusantara, lewat telpon dalam perjalanan Yogya Kudus.
Dalam percakapan di fajar hari Rabu, 8 juli 2020, ditanya oleh Infodesanews : ” mengapa Teman Majlis dan Ormas/LSM memilih Do’a Bersama, apakah ada tekanan dari Polres ataupun Bupati plt?. “Tidak takut pada beliau sama sekali tidak ditekan, tetapi kita punya alasan tersendiri”.
Begitu jawab Bin Subiyanto, M, aktifis kawakan, yang 10 tahun terakhir ini menjadi Direktur lembaga penelitian PADERI .

Dalam kesempatan lain, Bin, yang saat kuliah di Filsafat UGM aktif di Forum Kajian Ideologi, menyatakan bahwa Justru kalo mau memeras Pancasila secara logis sistematis maka menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa saja. “Coba nalarkan, bila orang Iman Kepada Tuhan Yang Maha Esa, pasti dia berPeriKemanusiaan, Bersatu dalam satu kebangsaan, demokrasi dan memikirkan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, tegasnya.

“Jadi pada dasarnya NKRI itu negara yang religius, maka PKI sudah logis tidak bisa diterima oleh alam pikiran bangsa Indonesia, komunisme ataupun marxisme itu akar konsep ekonomi sosial yang dasar berangkatnya dari Ateisme, tidak mengakui adanya Tuhan”, lanjutnya. (MU/Rz)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi