Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 menit yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (20 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (23 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
NASIONAL 25 Februari 2022, 12:15 WIB 2,297 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Bibit Siklon Tropis 99S Terpantau, Begini Dampak Cuacanya

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Bibit Siklon Tropis 99S Terpantau, Begini Dampak Cuacanya
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

JAKARTA, INFODESANEWS | BMKG melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) memonitor adanya peningkatan intensitas sirkulasi udara menjadi satu sistem Bibit Siklon Tropis 99S yang mulai terbentuk di sekitar Laut Timor sebelah utara Australia, tepatnya di posisi 12.6°LS 128.3°BT di mana area tersebut sudah masuk di wilayah tanggung jawab TCWC Australia.

Sistem Bibit Siklon 99S tersebut memiliki tekanan udara minimum di pusatnya mencapai 1001mb dan kecepatan angin maksimum di sekitar pusatnya mencapai 25 knots (46 km/jam).

Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto dalam rilis resminya pada Jumat, 25 Februari 2022, menyampaikan bahwa berdasarkan pantauan citra satelit cuaca Himawari-8 kanal IR terlihat adanya pumpunan awan konvektif yang telah bertahan selama 12 jam terakhir dan dari analisis angin per lapisan terpantau pembentukan sirkulasi pada lapisan permukaan hingga menengah.

Pembentukan pola sirkulasi angin, ungkap Siswanto, meningkat menjadi sistem bibit siklon tersebut diperkuat dengan adanya faktor konektivitas udara yang signifikan di wilayah timur Indonesia sebagai dampak dari aktifnya fenomena gelombang atmosfer, yaitu; MJO (Madden Julian Oscilation), Gelombang Kelvin, serta Gelombang ER (Equatorial Rosbby) di wilayah timur Indonesia.

Data model prediksi BMKG menunjukkan bahwa pergerakan sistem sirkulasinya menuju ke arah Selatan dan menjauhi wilayah Indonesia. Sementara itu, potensi sistem 99S tersebut untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam periode 24—48 jam ke depan masih berada dalam kategori menengah dengan potensi peningkatan sirkulasi yang semakin terorganisir untuk periode 72 jam ke depan. Suatu kriteria bahwa Bibit Siklon dapat dikatakan meningkat menjadi Siklon Tropis adalah apabila kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai minimal 35 knot (65 km/jam).

Keberadaan sistem sirkulasi tersebut dapat membentuk daerah pertemuan dan belokan angin di wilayah Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, sebagian Jawa – Bali, NTB, NTT. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah pusat tekanan rendah dan di sepanjang daerah pertemuan dan belokan angin tersebut.

Dalam periode 24 jam ke depan, sistem 99S tersebut dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan gelombang di wilayah Indonesia sebagai berikut :

Potensi hujan sedang-lebat disertai kilat/petir/angin kencang yang dapat berdampak pada potensi terjadinya bencana hidrometeorologi (banjir bandang, longsor, dan sebagainya) di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku bagian barat daya.Potensi gelombang tinggi di wilayah perairan: tinggi Gelombang 1.25—2.5 meter (moderate sea): perairan Kepulauan Selayar, Laut Flores, perairan utara Kepulauan Flores, Laut Sawu, perairan Kupang – Pulau Rote, Selat Ombai, Samudra Hindia selatan NTT, perairan Fakfak – Kaimana, perairan selatan Pulau Buru – Pulau Seram, Laut Seram, perairan Kepulauan Kei – Kepulauan Aru, Laut Arafuru bagian timur;Tinggi Gelombang 2.5— 4.0 meter (Rough Sea) di Laut Banda, perairan Kepulauan Sermata – Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru bagian tengah;Tinggi Gelombang 4—6 m (Very Rough Sea) di Laut Timor dan Laut Arafuru bagian barat.

Sistem Bibit Siklon 90S
Sementara pada waktu yang bersamaan, sistem Bibit Siklon 90S terbentuk di perairan Samudra Hindia barat daya Sumatra tepatnya di 13.0°LS 95.9 °BT. Kecepatan angin maksimum sistem 90S mencapai 30 knot (56 km/jam) dengan tekanan udara minimum di sekitar pusatnya mencapai 1003 mb.

Pantauan citra satelit cuaca Himawari-8 terlihat adanya peningkatan pumpunan awan selama 12 jam terakhir. Dari analisis angin pelapisan tampak sirkulasi mulai dari lapisan bawah hingga menengah. Berdasarkan Model Prediksi BMKG, intensitas sistem 90S dalam 24 jam ke depan cenderung menunjukkan penurunan dengan pergerakan sistem ke arah barat hingga barat daya menjauhi wilayah Indonesia.

Sementara itu, potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam dari Jumat, 25 Februari 2022 ke depan dalam kategori menengah dampak tidak langsung yang dapat ditimbulkan dari keberadaan Sistem 90S adalah potensi gelombang tinggi 1.25—2.5 meter (Moderate) di wilayah perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan Pulau Enggano – Bengkulu, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan dan barat, perairan selatan Pulau Jawa, Samudra Hindia barat Sumatra hingga selatan Jawa. (*)

Sumber (*/BMKG)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi