Kamis, 1 Oktober 2026
TERKINI
• Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (6 jam yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (9 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (15 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (16 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (17 jam yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (19 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (20 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (1 hari yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (1 hari yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (1 hari yang lalu)
NASIONAL 06 Oktober 2021, 22:26 WIB 668 PDF

Bappenas Akan Membuat Dashboard GRC Dengan Platform AI

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Bappenas Akan Membuat Dashboard GRC Dengan Platform AI
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

NASIONAL,INFODESANEWS.COM – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa menggelar pertemuan dengan OCEG Training Partner, Rabu (6/10/2021). Pertemuan tersebut membahas Implementasi Integrated GRC untuk Manajemen Proyek Strategis.

Menteri mengatakan, Bappenas akan membuat dashboard GRC dengan platform artificial intelligence untuk mengeksaminasi proyek-proyek strategis nasional dan juga program-program dalam setiap Rencana Kerja Pemerintah ke depan.

Sebagaimana diketahui, GRC merupakan kepanjangan dari Governance, Risk dan Compliance. Governance adalah kemampuan organisasi untuk menetapkan, mengatur dan mengendalikan pencapaian tujuan yang dapat di andalkan dalam entity/departement/project level.

Risk adalah fungsi risk management sesuai ISO 31000 untuk menentukan apakah ada dampak atau pengaruh dari faktor ketidakpastian di dalam pencapaian tujuan organisasi.

Compliance adalah fungsi kepatuhan yang merupakan wujud integritas organisasi yang memenuhi komitmen dan kewajibannya yang dibuktikan dengan pernyataan visi, misi dan value, code of conduct, tanggung jawab sosial dan lingkungan serta hubungan dengan pihak ketiga.

Pemerapan integrated GRC sendiri didorong oleh sejumlah faktor, antara lain pencapaian tujuan yang tidak sesuai dengan strategi, tidak lincah dan percaya diri dalam membuat keputusan, performance yang tidak berkelanjutan dan tidak memberikan value, belum terciptanya top to bottom accountability untuk pendekatan key performance indicator (KPI), Key Risk Indicator (KRI), dan Key Complience Indicator (KCI) serta tingginya biaya.

Implementasi integrated GRC untuk manajemen proyek strategis dilakukan dengan 4 tahapan. Tahap pertama adalah persiapan infrastruktur, tahap kedua adalah asesmen integrated GRC, tahap ketiga adalah implementasi integrated GRC, dan tahap keempat adalah evaluasi aktivitas-aktivitas GRC.(@ri)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi